Menulis Itu Tidak Sulit

Pengalaman saya tantang menulis didukung sebagian besar teman-teman saya, menyatakan bahwa menulis bukan hal mudah. Pengalaman mendapat tugas menulis PSAF yang lalu serta tugas mata kuliah logika penulisan ilmiah untuk membuat sebuah esai saja terasa amat rumit dan sulit. Jika belum selesai membuat tugas esai, sering terbayang dalam pikiran saya saat pagi, siang, dan malam kalimat “buat tugas logpenil…buat tugas logpenil…buat tugas logpenil”. Tugas membuat sebuah tulisan saja mengapa terasa sangat sulit? Namun, apakah benar bahwa menulis itu sulit? Esai ini saya buat untuk menjawab pertanyaan tersebut yang ditujukan bagi saya serta teman-teman yang mengalami hal serupa.
Tarigan (dalam Agus Suriamiaharja, 1996 : 1), mengembangkan bahwa : “Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang – lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipakai oleh seseorang, sehinga orang lain dapat membaca lambang – lambanga grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut“. (Permana, Maryani. 2009. “MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS KARANGAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS V SDN CIBULAN II DESA CIBULAN KECAMATAN LEMAH SUGIH KABUPATEN MAJALENGKA.” sumedang.upi.edu/berkas/proposal.pdf- 29 Sept 2010)
Jadi, menulis layaknya memindahkan kata-kata maupun bahasa yang kita pikirkan atau yang ingin kita katakan dalam bentuk tulisan. Tujuannya agar orang lain mengerti dengan apa yang kita maksud. Teorinya mudah bukan? Lalu mengapa sulit?
Menulis itu sulit kalau kita tidak pernah memulainya. Menulis itu sulit bagi mereka yang tidak pernah membaca. Membaca buku, membaca ciptaan Tuhan pemilik bumi dengan hatinya, dan membaca lingkungan sekelilingnya. Baca, baca dan baca itu kuncinya. Lalu banyaklah berlatih menulis. Dengan banyak menulis anda akan jadi terbiasa menulis. (Kusumah, Wijaya.2006.”Mengapa menulis itu sulit”.ureport.vivanews.com/news- 29 Sept 2010)
Ya. Menulis akan jadi sulit jika kita tidak memiliki ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Bagaimana cara kita mendapatkan ide? Untuk mendapatkan ide, kita perlu membaca dan peka dengan apa yang kita lihat, rasa, serta dengar. Ada banyak kejadian berbeda di sekitar kita setiap harinya. Ada banyak pengalaman yang telah maupun sedang kita alami. Ada banyak kabar yang tengah kita dengar dari berbagai media. Semua itu bisa dijadikan sumber ide menulis andai kita peka.
Jangan lupa berlatih. Seberapapun besar potensi kita menulis, sepeka apapun kita membaca, dan sebanyak apapun ide yang kita miliki namun tidak pernah mencoba dan berlatih, tidak akan berguna semua itu. Mulailah menulis dari hal-hal kecil dan ringan tentang apa saja. Jangan takut dan jangan terbelenggu dengan berbagai aturan penulisan yang kita kenal selama ini. Biarkan otak kita berkreasi sebebas-bebasnya dalam dunia kata. Tingkatkan terus intensitas dan kualitas isi tulisan kita. Ketika kita sudah terbiasa menulis mulailah belajar aturan penulisan yang baik dan benar. Agar tulisan kita semakin baik, berisi, enak dibaca, dan dapat mewakili ide yang ingin kita sampaikan.
Jadi, menulis itu sebenarnya tidak sulit. Menulis hanyalah menuangkan ide, menuangkan pikiran yang ada dalam otak kita. Kita hanya butuh ide yang bisa diperoleh dari membaca serta kepekaan kita pada lingkungan sekitar.

sumber: Kusumah, Wijaya. 2006. Mengapa menulis itu sulit. ureport.vivanews.com/news. Diunduh pada tanggal 29 September 2010.
Permana, Maryani. 2009. MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENULIS KARANGAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS V SDN CIBULAN II DESA CIBULAN KECAMATAN LEMAH SUGIH KABUPATEN MAJALENGKA. sumedang.upi.edu/berkas/proposal.pdf. Diunduh pada tanggal 29 September 2010.