pesan kajian kemuslimahan

satu hal lagi yang saya pahami…
sore ini, ada kajian di fakultas mipa lantai paling atas di salah satu gedungnya. karena ada sebab tertentu, saya terlambat masuk kelas kajian selama setengah jam. untungnya mba-mba panitia baikk…jadi syaa masih diperbolehkan masuk (jazakillah ukhti…😉 ..)
agak sedih memang karena saya terlambat materi yang mungkin agak jauh dari teman-teman lainnya. namun tetap saja masalah kemuslimahan yang dibahas pembicara menarik bagi saya.
ada beberapa hal yang saya dapatkan dari kajian tadi sore, antara lain :
1. kewajiban menutup aurat. menutup aurat adalah harga mati dan tidak ada ruhsah baginya. tidak seperti puasa yang bisa meng-qodho, atau solat yang bisa sambil duduk atau sebagainya, tidak juga ibadah lain yang masih memiliki keringanan.
2. masalah interaksi dengan lawan jenis. antara lain yang perlu diperhatikan seorang akhwat (perempuan) adalah : penjagaan pandangan, tidak bicara dengan suara manja, jadi harus wajar saja ya..bahkan tegas bila perlu..;) lalu tentunya tidak berduaan. hal ini sempat saya tanyakan pada sesi tanya jawab di akhir pemaparan materi. maksud berduaan di sini, baik yang menghadirkan fisik maupun hati. misalnya telepon, sms, apalagi jika terlihat secara nyata duduk berduaan saja. hal tersebut adalah dilarang. terus… ada lagi, yaitu tidak bercampur baur. memang sangat sulit jika di masa kini benar-benar menerapkan hal tersebut. karena kehidupan kita sekarang butuh kerja sama antara laki-laki dan perempuan. untuk masalah seperti pendidikan dan perdagangan masih bisa ditolerir, namun yang perlu diingat bahwa harus ada penjagaan baik fisik maupun rohani dari diri muslimah.
3. akhwat TANGGUH
tangguh –> Tanggap, gaul, teduh
akhwat yang tanggap, adalah konsekuensi sebagai komunikator dakwah. ia juga mesti cerdas dan solutif.
akhwat gaul adalah konsekuensi dari masalah sosial yang ada. jadi bisa lebih care dengan sesama. lebih peka dan tentunya nyambung kalo diajak ngobrol orang lain.
akhwat teduh adalah konsekuensi sebagai sumber spiritual (hubungan seseorang dengan Greater Being). ia bisa menjadi tempat pelarian, pendamping jiwa-jiwa gersang yang haus akan ilmu agama🙂
4. penjagaan izzah (harga diri) dan iffah (rasa malu) adalah harta seorang akhwat. perempuan diciptakan istimewa hingga ada yang bilang, jika perempuannya hancur maka hancur pula suatu negara. namun jika perempuannya baik maka baik pula negara tersebut. perempuan sebagai harga dari sebuah peradaban memiliki sesuatu yang perlu dipoles secara khusus dan menggunakan perasaan. tidak hanya dengan logika. misalnya memberikan kado jilbab saat ulang tahun, memberi sms tausiyah rutin, me-rujak bersama sebagai rihlah-nya, dan sebagainya.heehhe asiik pastinya..😉
mungkin itu poin-poin yang paling saya anggap penting…dan ada pesan yang bagi saya tepat untuk saya, bahwa jangan sampai muslimah lain mencontoh akhlaq atau tingkah kita yang keliru. dikhawatirkan itu akan menjadi pemakluman dan tidak dianggap sebagai kekeliruan. maka cobalah berhati-hati menjaga diri dan tingkahmu. bersikap malu dengan sesuatu yang berlebihan dalam diri kita dan memiliki harga diri yang baik/tinggi adalah harta seorang akhwat.
semoga isi kajian tadi siang, dapat membuat saya sadar dan terus memperbaiki diri. amiin…