Shinkansen Indonesia

tepat pukul 3 pagi, tanggal 2 Desember 2010 saya sampai di stasiun kereta api Purwokerto. selama perjalanan dari manggarai ke purwokerto ada banyak hal yang tidak akan lupakan, saya kira.

saya pikir, kereta api memiliki banyak cerita dan keunikan tersendiri. mulai dari stasiunnya, peronnya, petugas kereta apinya, gerbongnya, pintu otomatisnya, tempat duduknya, pegangan gantungnya, bunyi peluitnya, dan segala pemandangan selama perjalanannya. yahh… semua itu bagai fenomena psikologis yang tidak dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian pada setiap elemen, seperti kata Max Wertheimer dalam phi phenomenonnya.

sebagai penumpang kereta api, saya agak miris melihat perkeretaapian di negeri sendiri. kereta api yang menurut saya bisa menjadi transportasi favorit, masih belum bisa dikatakan demikian karena minimnya fasilitas yang disediakan dan kurangnya perawatan, sehingga terasa kurang nyaman. lantai gerbong yang rusak, jendela rusak, kamar kecil tak layak dan bau, udara yang panas, langit-langit yang juga sudah rusak, mesin yang sudah tua, dan tentunya laju kereta yang tidak optimal. jika mau dibandingkan, dengan kereta api jepang, hemm…masih jauh rasanya…

Warga Jepang mengandalkan kereta api  sebagai alat transportasi utama. salah satu jenis kereta api di Jepang adalah Shinkansen (juga sering dipanggil kereta peluru). Shinkansen adalah jalur kereta api cepat Jepang yang dioperasikan oleh empat perusahaan dalam grup Japan Railways. (sebenanrnya nama Shinkansen menurut bahasa Jepang merujuk pada jalur keretanya, namun orang2 Jepang sering merujuknya sebagai nama kereta tersebut). Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam. sedangkan keamanan dan ketepatan waktunya sudah tidak diragukan lagi.

Meski memiliki kecepatan super, penumpang tidak akan merasa mual dan pusing sebab Sinkanshen dirancang agar penumpang tetap nyaman meski kereta melaju dengan kecepatan tinggi. Bagian dalamnya juga sangat luas dan tempat duduknya hampir seperti kursi duduk di pesawat terbang. Jadi tidak seperti kereta rel listrik atau kereta ekspres yang dikenal di Indonesia pada umumnya. Shinkansen menggunakan sistem komputer untuk mengatur pengoperasian dan sistem lalulintas kereta diatur secara terpusat. Selain itu, sama seperti kereta kebanyakan, Shinkansen harus menjalani perawatan dan pemeriksaan di Depo Shinkansen. Di sini, setiap gerbong Shinkansen dibersihkan dan diperiksa sebelum diberangkatkan setiap harinya. Shinkansen juga terkenal ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi apapun. (http://sains.kompas.com/read/2008/11/01/1737160/Kapan.Indonesia.Punya.Shinkansen.)

bagaimana dengan kereta api di negeriku? sampai kapan akan terus begini? semoga PT INKA benar-benar akan meneruskan niatnya untuk membuat Shinkansen Indonesia pada 2016 mendatang.😉