BOS as an accomodation of cost education

Education is one of the important thing for a country which needs to be concerned by the government, also for Indonesia. Indonesian government have made programs for Indonesian education to increase it qualities. One of the programs to increase qualities of Indonesian education is school operational accomodation (Bantuan Operational Sekolah or BOS).

BOS or school operational accomodation, as its name, is a program of the government to fund students of elementary school/ the same level and junior high school/ the same level in Indonesia. This program is associated with 9-years compulsory education program. The target of the program is to make every student lead 9 years education from elementary school until junior high school. Because the cost of education is high whereas there is 9-years compulsory education program, the government thinks the next step to follow up and realize the target. So, it is one of the reason why BOS needs to be held.

BOS is only give a little accomodation to the cost of education. It means that not all the education cost can be free. A school just recommended to free the cost of school month, school tuition fees, and the textbooks. But, for the student uniforms, notebooks and stationary for school, or maybe student’s pocket money still the responsibility of their parents.

The school can’t withdraw another money from student parents or their guardians to cost the school, except, there is an agreement between school committee and them. But, for schools which are included to be an international level or pioneer of international level are allowed to withdraw the other money. Because they need a lot of money to fund the development infrastructure or the other facilities of school to establish and realize international level.

Based on the information from one of teacher’s article in the internet, the school operational accomodation money is difficult to be misused. Because the money which had given by the government must be reported by school every 6 months. And the teachers of the school have a control function to supervise the uses of the funds.

The control function of BOS is not only an additional duty for teachers. But also the parents or guardians of students, employees of the school who know about BOS, and of course the students, all of them should be care and have a sense of belonging to participate. It needs to be controlled because it’s about billions of money which is used to the importance of Indonesian students. Indonesian society also need to know more about BOS and its uses, so the government and school must be transparent to public. BOS as an accomodation of cost education should be supported by all elements to make the government programs succeed and make Indonesian education better.

 

Iklan

Surat Terbuka untuk Para Wanita

-SAYID QUTB-UMAR TILMASANI-

PANDANGAN ISLAM TERHADAP KAUM WANITA

Quran surat 33: 35, Allah tidak menurunkannnya hanya untuk kaum laki-laki saja. Ampunan dan pahalanya bukan hanya untuk lelaki saja. Islam tidak pernah membedakan kedudukannya dengan  kaum wanita. Islam terdiri atas dua pilar, yakni pilar pikir dan pilar perasaan. Maka jika seorang muslim kehilangan salah satunya, ia akan kehilangan pula cita rasa keimanannya.

Islam memberikan hak sebesar kewajiban wanita. Pendapatnya dihargai, kelemahannya dilindungi. Wanita bukan hanya untuk seks dan ranjang, bukan hanya sebagai hiburan, bahkan hanya sebagai penghuni harem. Islam telah membimbingnya menciptakan kondisi yang menjamin kebahagiaan keluarga. Sehingga tidak ditemukan dalam diri wanita selain kelembutan, bau-bauan mewangi, dan penglihatan yang menarik hati.

Islam tidak memaksakan wanita untuk kawin dengan orang yang bukan pilihannya. Karena ia punya hak untuk menerima ataupun menolaknya. Dia juga tidak dilarang melihat dan bersepaham dengan tunangannya dalam batas tertentu. Jika laki-laki sebagai pemimin, itu karena ia memiliki tanggung jawab dalam pemberian nafkah, membimbing, melindungi kehormatan istri dan keluarga, dan pemangku jihad. Bukan untuk bertindak sewenang-wenang dan menyakiti hati istrinya. (QS.2:228) Karena seorang suami yang memukul istrinya, mendapat gelar dari rasulullah sebagai orang paling jahat. (At-Talaq:6). Wanita dalam islam terjamin kemuliaannya, hak-haknya, dan kebebasannya. Rasulullah menyamakan pria dan wanita dalam hal pembagian kasih sayang dan perwalian.

Secara syariat, wanita islam tidak harus mengabdikan dirinya bagi suaminya (shahih muslimin, jilid 5 halaman 627 cetakan darus sya’ab). Namun jika melakukaknnya maka itu adalah kebajikan, dan jika tidak, itu bukan keterpaksaan. Wanita muslim selalu berwajah cerah dan riang gembira di depan suaminya. Suka bercanda dengan kelakar sehat, tersenyum, tertawa, memberi rasa senang dan tenang, serta kasih sayang.

Mengenai kerja wanita, ada yang membolehkan, melarang, dan ada juga yang membolehkan bekerja dengan syarat tertentu. Wanita dalam islam bukan penganggur dan tahanan rumah tetapi sebagai ratu dan pengatur rumah tangga serta anak-anaknya. dianjurkan candanya pun produktif dan bermanfaat. Wanita tidak dilihat lebih rendah dari kaum pria dlam masyarakat. Ia bukan hanya pemuas laki. Bahkan dalam menganjurkan orang menikah, islam menganjurkan hal tersebut sebagai upaya melanjutkan keturunan bukan memuaskan hawa nafsu.

Wanita Islam tidak segan-segan berkorban demi agamanya. Wanita-wanita itu tidak hanya punya kepentingan di rumahnya. Agama ini telah membagi tugas hidup anatara laki-laki dan perempuan karena ia memiliki arti penting dalam masyarakat dan karena tugas tersebut tidak mungkin hanya dilakukan sendiri oleh laki-laki tnpa keikutsertaan wanita.

Islam sudah memberikan hak wanita, sudah memelihara kedudukannya, meninggikan martabatnya, menetapkan eksistensinya, dan meninggikan semua permasalahannya hingga mencapai puncak yang tidak pernah dicapai oleh masyarakat m,ana pun agama manapun juga.

Islam membolehkan wanita musafir sendiri tanpa muhrim, kalau itu perjalanan darurat. Suaranya bukan juga aurat. Wanita tidak dilarang belajar. Tidak dilarang berhias dan mempercantik diir, meski ia seorang gadis, asala di depan orang-orang yang dibenarkan melihat ia berhias dan mempercantik diri. Seperti pada awal permulaan Islam, sudah ada salon kecantikan rambut dan wajah dan rasul tidak melarang.

Semua hak-hak itu bisa dilakukan dengan syarat wanita berpegang teguh pada prinsipo sebagai wanita muslimah, memelihara rasa malu dan sungguh-sungguh, bersikap sopan santun dan anggun, sehingga menjadi keanitaannya selalu terlindungi dari jangkauan durjana. Selalu menghias dengan akhlak yang luhur, memegang teguh susila Islam dan tidak keluar dari  perintah Allah Ta’ala.

Sekali lagi, kenalilah ajaran agama Islam tentang wanita, percayalah padanya, timbalah sumber ilmu murninya, Insya Allah kita akan hidup bahagia dunia hingga akhirat kelak.

sebuah pesan…

SAYID QUTB-UMAR TILMASANI

Kisah kehidupan dan kematian sering berdampingan, namun kematian hanyalah kekuatan kecil dan hal kecil yang semestinya dapat di padamkan oleh energi kehidupan yang lebih besar dan bergemuruh dalam diri. Adakalanya kehidupan berteriak kesakitan yaitu ketika kematian menerkam dan merobek tubuhnya. Tetapi alangkah cepat sembuhnya luka itu dan alangkah cepatnya teriakan kesakitan itu menjadi nyanyian suka cita. Makhluk hidup menyesaki permukaan bumi ini, namun kematian hanya bisa bersembunyi di sebuah sudut sana. Memangsa dan berlalu. Kehidupan merekah, bergemuruh riuh ramai, ada di mana-mana. Sedangkan kematian hanya suatu kekuatan kecil dan letih. Kehidupan merekah dan meluas bersumber dari kekuatan Allah yang Maha Hidup.

Terkadang kehidupan terlihat begitu sempit dan pendek waktunya. Namun ketika kita hidup selain karena diri kita, yaitu demi ide maka akan terlihat kehidupan yang terbentang luasnya. Hidup bukan masalah kuantitas atau hitungan waktu belaka namun karena rasa. Perasaan manusia sendiri yang bisa memaknai tentang kehidupan. Jika manusia berhasil mlipatgandakan perasaannya tentang kehidupan berarti ia pun telah berhasil melipatgandakan kehidupannya.

Memberikan sedikit saja kasih sayang yang jujur pada orang baik ataupun jahat sekalipun atas kealpaan dan kesalahannya. Sedikit perhatian yang tulus bukan basa-basi terhadap suka dukanya. Maka akan kau temukan sumber kebajikan dari lubuk hati mereka. Sedikit kelapangan dada saja sudah menjamin tercapainya kasih sayang yang hakiki dalam perjuangan dan cita-cita. Betapa besar ketenangan, kesenangan, dan kebahagiaan yang kita berikan kepada diri kita ketika kita memberikan kasih sayang, cinta, dan kepercayaan kepada orang lain saat bibit-bibitnya tumbuh subur dalam jiwa kita.

Hanya pedagang yang melakukan segala sesuatu atas dasar hubungan dagang bagi komoditi mereka agar tidak jatuh ke pihak lain. namun bagi pemikir, dan penyandang aqidah, kebahagiaan justru terletak saat banyak orang yang bisa menikmati pikiran dan aqidahnya. Dia juga tidak akan merasa sebagai pemilik ide dan aqiodah tersebut, karena ia hanya akan merasa sebagai penghubungnya.