tentang Sahabatku, lagi

hari ini sy kembali dengan sahabat saya yang cantik nan riang itu,. dia sudh mengirim beberapa sms seblumnya yang menanyakan keberadaan saya. saya senang. berharap hari ini dia akan kembali menyambangi kamar asrama saya yang pas-pas-an, seperti kemarin. sayang, sms itu hanya sebuah pertanyaan. memastikan saya masih ada di fakultasnya.memastikan dia bisa mengembalikan jakun yng dia pinjam dari saya sore ini juga. huufft… setelah berwudlu untuk solat maghrib, saya bertemu di tempat wudlu wanita fakultas bahasanya. seperti yang saya katakan, saya senang. namun saya pastikan dia tidak akan ke asrama saya, karena akan menginap di tempat temannya yang lain. saya pikir, temannya itu bukan sekadar teman baginya. melainkan sahabatnya yang lain. menyedihkan. ia memang pernah bercerita sebelumnya bahwa ia punya sahabat lain. tapi tidak secara terang-terangan dia bicara demikian. saya hanya menangkap pesan implisitnya. ternyata, sudah empat hari ini dia menginap di tempat sahabat lainnya. entah, mengapa. saya mulai peduli sekaligus tak peduli. peduli karena ia sahabat saya, maka saya ingin tahu keberadaannya secara pasti sore ini. namun menjadi tak peduli karena ia pergi ke tempat lain. tanpa saya. dan tentunya meninggalkan saya. saya bertanya dalam hati, selama itukah di sana? ap saja yang dia lakukan di sana? mengapa sebegitu-nya? dan sebagainya. say tidak ingin membayangkan hal lain yang membuat saya semakin tak mengerti. ya, semakin tak mengerti mengapa ini terjadi. persahabatan yang baru seumur jagung untuk saya. permulaan yang membuat saya begitu canggung lebih mnyayangi saudari saya lainnya. maaf jika mengecewakan, kawan… saya belum terbiasa. belum punya banyak ilmu. belum punya banyak cara. yang mungkin membuatmu tak nyaman denganku. namun sungguh, aku ingin belajar. belajar lebih mengerti, lebih memahami, belajar merasa memiliki, belajar peduli, belajar mengasihi, belajar menjadi berarti. sahabatku, yang cantik nan riang di sana,. jangan lelah memberi kebaikan. jangan takut dengan ancaman. jangan tunduk pada keinginan. jangan terpaku pada kestagnan-an. jangan diam dalam ketidaktahuan. jangan menangis dalam keputusasaan. dan jangan letih untuk bertahan, menerpa angin dan kerikil serta duri yang menyakitkan. sahabat seperti bintang, karena ia selalu ada walau matahari mengaburkan keindahan sinarnya. akan tetap begitu selama kau beranggapan begitu.