Loving *,*

Pernahkah, ketika kau “merasa ada sesuatu yang berbeda” antara kau kepada seseorang? ya, ada berbagai definisi bahkan sangat banyak definisi tergantung masing-masing pribadi mengenai “rasa yang berbeda” yang saya maksud tadi. Kau tahu? ce-i-en-te-a. 🙂 saya ragu ingin menuliskan ttg kata itu. sebagaimana saya ragu dengan perasaan yang saya rasakan tersebut saat ini. tapi, sekadar berbagi sedikit ilmu yang mungkin nantinya akan bisa jadi pelajaran dan pengingat bagi saya dan Anda. hehhe

Salim A. Fillah dalam Jalan Cinta para Pejuang menuliskan bahwa Erick Fromm mencoba bertutur dalam “Man for Himself”, percintaan adalah bentuk produktif dari hubungan dengan orang lain dan dengan diri sendiri. baginya, cinta sendiri mencakup tanggung jawab, perhatian, rasa hormat, dan pengetahuan, serta hasrat agar sahabat kita tumbuh dna berkembang. tiap cinta bekerja untuk saling mnjaga dan menguatkan kawan perjalanannya. cinta adalah ungkapan kemesraan antara dua insan dalam keadaan saling menjaga integritas sahabatnya.

sedangkan Maslow mengkritik Fromm. menurutnya, cara Fromm melukiskan hubungan percintaan yang ideal, menjadikannya sebagai tugas/beban. bukan permainan atau kenikmatan. baginya, Fromm telah mengabaikan suatu aspek hubungan cinta yang sehat. yaitu, kegembiraan, keceriaan, kesenangan, kesejahteraan, perasaan sejahtera dan nikmat.

bagi maslow, ada pleasure feeling yang kita rasakan ketika merasa cinta. menurut Fromm ada unsur tanggung jawab, perhatian, rasa hormat, dan pengethuan serta hasrat agar sahabat kita tumbuh dan berkembang, yang lebih ditonjolkan dalam sebuah kisah cinta. apapun kata mereka, aku sedang merasakannya. merasa terinspirasi, merasa ingin menjadi qiyadhahnya, merasa memilki sosok, bahagia melihat-merasakannya, ingin mnjadi penopangnya, dan sebagainya.^^ it’s so nice feeling…

actually, it’s so nice feeling..

tapi ya Allah, jika aku jatuh cinta. jika aku benar2 jatuh cinta, biarkan aku berlari. kali ini utk melarikan diri dari panah syetan yang menyesatkan. kencangkan lariku Ya Allah hingga terbang, hingga panah itu tak mampu menancapkannya padaku. lindungi hatiku agar tetap fokus dan mengarah padaMu. hanya menghrap ridhaMu. jika memang ia yang terbaik bagiku dan untukku, simpan ia dalam keberkahanMu. pertemukan kami agar tepat pada waktunya. hingga Engkau meridhai kami. namun, jika ia bukan untukku, biarkan rasa ini berkurang smpai menghilang. sampai tak ada lagi cinta selain krn saudara dan krn-Mu.

Allah, jauhkan ia jika hanya membuatku semakin jauh dariMu.

untuk teman2 yang mngkin sedang merasa jatuh cinta, ingatlah bhwa dia bukan tujuan kita hidup di dunia ini. mencintailah pada yang Maha memiliki sumber Cinta. alihkan cintanya hanya untuk Sang Rabbi. jangan sampai cinta kepadanya melebihi cinta kepada Rabbmu 🙂 . banyak kisah pada zaman Nabi dan sahabat nabi tentang cinta yang mengharukan. “mempersilakan atau mengambil kesempatan”. keberanian atau pengorbanan. namun, bila kita merasa mencintai, itu bukanlah sebuah pengorbanan yang menyakitkan, jadikan mencintai sebagai suatu kata kerja, “kerja cinta”, bukan hanya “perasaan cinta”.

Love is giving, mencintai adalah memberi. memberi sebnayak-banyaknya pada cinta kita. ketika kita telah mmeposisikan Allah sebagai cinta kita, maka kau akan memberi sebanyak-banyaknya pada Allah. hartamu, waktumu, energimu, nyawamu, hidupmu, bahkan matimu. just for Allah… 🙂 i think it’s more than anything in the world. karena kita akan merasa jauh..jauh..lebih tenang dan menikmati hidup ini. ada keikhlasan yang selalu muncul dalam berbagai kondisi atau berbagai hal yang terjadi. ada kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman setiap waktu. karena kau mencintai Rabbmu.

Dapatkan itu, kawan! get your love of Allah. cintai Allahmu, cintai ia melebihi apapun. berikan keceriaan, rasa hormat, kepatuhan, kegembiraan, perhatian, dan hasrat padaNya. dekati Ia, pahamilah Ia, dan cari tahu/pengetahuan tentang Ia. rasakan darahmu mengalir dan pikiranmu tertaut padaNya. rasakan nikmatnya mencintai dan dicintai Rabbmu. 🙂

Iklan