Learning^^

11 MARET 2011, DEPOK

Kemarin adalah hari kamis dan mata kuliah psium diajarkan masih mengenai Learning. Hingga kemarin, saya baru mendapat 3 kelompok besar learning bagi manusia. Yaitu: classical conditioning, operant conditioning, dan observational learning. Saya ingin menulisknanya dan berbagai pada kawan2., izinkan saya bercerita….^^

Masa kecil adalah masa pembentukan yang baik menurut saya. Anak-anak yang lucu dan lugu bisa kita kenai stimulus sepeti yang dilakukan Bandura pada Albert, seorang bocah, yang dijadikan bahan penelitiannya. Agak kejam memang. Dalam classical conditioning, Albert diberikan sebuah tikus, lalu ia berikan suara keras hingga Albert menangis. Dan itu terus dilakukan setiap kali Albert memengang atau mendekati tikus berwarna putih. Hal ini menyebabkan ia takut melihat hal hal berwarna putih. Begitu pun pada kelinci yang putih, bahkan men-generalisasi hingga takut pada segala sesuatu yang putih.

Jika berbicara operant conditioning, kita akan sering berhubungan dengan reinforcement dan punishment. Reinforcement adalah semacam reward atau penghargaan atau hal-hal positif lain dalam rangkan meningkatkan perilakunya. Sedangkan punishment adalah hukuman / konsekuensi yang diberikan dalam rangka menurunkan behaviornya. Masing-masing memiliki nilai positif dan negatif, dimana positif adalah sebuah tindakan memberi atau menambah. Sedangkan negative adalah mengurangi atau mengambil, yang tentunya dapat digunakan sesuai tujuan untuk me-reinforce atau mem-punish. Misalnya ketika seorang anak kecil yang meminta permen, tidak harus selamanya diberi permen. Jika tujuannnya agar ia tidak makan banyak permen lagi, ia bisa saja tidak diberi permen (punishment negative). Sedangkan jika ia diberi permen karena ia meminta hadiah atas kerja kerasnya membantu ibunya seharian tadi, lalu ibunya memberinya permen sebagai rasa terima kasih maka ibu tersebut memberinya positif reinformcemnet.

Mengenai observational learning, kita akan lebih mengenali konsep modeling atau imitation karena ini berhubungan dengan belajar secara pengamatan. Selain itu, berhubungan juga dengan insight learning (belajar melalui pikiran “aha”), expectancy learning (melalui pengharapan thdp sesuatu), dan latency learning (seseorang yang sudah belajr, namun tidak punya alasan untuk menunjukkan hasilnya karena tidak semua proses belajar pasti ditunjukkan). Yang jelas dalam observational learning ada 4 tahapan, yaitu attention, retention, motor reproduction, dan reinforcement. Masing-masing memiliki penjelasan yang hamper mirip dengan namanya. Attention berarti kita memberikan atensi dan fokus pada apa yang kita amati. Retention berarti kita menyimpan baik-baik apa yang tadi kita amati. Motor reproduction berarti kita menyesuaikan kemampuan fisik kita dengan apa yang ingin kita lakukan berdasarkan pengamatan tadi. Sedangkan reinforcement sebagai akibat dari apa yang kita lakukan setelah mencoba seperti apa yang kita amati. Sebenarnya bukan hanya reinforcement melainkan punishment atas apa yang kita lakukan. Ada istilah vicarious reinforcement, yaitu ketika model / orang yang kita tiru tadi mendapat reinforcement sehingga kita cenderung lebih berkeinginan untuk melakukan seperti apa yang dia lakukan. Sedangakn vicarious punishment adalah ketika model tersebut mendapat punishment sehingga membuat kita kurang berkeinginan meniru perbuatannya.

Yap. mungkin sekian yang bisa saya tulis. Menarik bukan? Semoga bermanfaat ^^ terima kasih…