Membangun ukhuwah melalui pijatan^^

Depok, Kamar C.2.53. Asrama Mahasiswa UI. 20 maret 2011.

Saya tiba-tiba teringat dengan salah seorang teman saya di FORKAT. Dia melakukan sesuatu yang menurut saya unik. Begini ceritanya….

Malam itu kami mengadakan rapat FORKAT di gazebo terkait pembahasan kegiatan yang akan dilaksanakan esok hari. Seorang teman saya bernama Khalis sebagai kepala departemen informasi yang membawahi tiga divisi, yaitu hubungan luar, mading, dan komunikasi. Malam itu, ia begitu belibet dengan agenda divisinya. Ada madding yang sedang membuat konten madingnya sekaligus launching radio asrama, serta ada hublu yang sedang persiapan dekorasi acara AGE of FORKAT untuk esok hari. Dengan kondisi semacam itu, Khalis harus bolak-balik memantaudan mamstikan ketiga acara /
proker dari departemennya berjalan dengan baik.

Selesai rapat, saya, khalis, dan seorang teman saya yang lain bernama Wize, serta beberapa teman lainnya masih duduk-duduk di temapt tadi, membahas yang belum terbahas dalam forum rapat. Khalis agak diam dan tidak secerewet biasanya. Tampaknya ia lelah.

Saya tidak tahu sejak kapan wize mulai mengobrol intens dengan khalis. Lama-kelamaan ia memegang jari-jari kaki khalis hingga berlanjut memijat kakinya. Saya tertegun dan ingin terus melihat pemandangan yang tidak biasa itu. Tidak biasa? Ya, menarik. Menarik karena sangat terasa ada ukhuwah di dalamnya. Saya benar-benar terinspirasi dengan perilaku wize terhadap khalis. Saya jadi terpikir untuk melakukan hal yang sama esok-esok hari pada teman saya yang lain, demi terciptanya persaudaraan yang erat.

Yah. Benar. Esok harinya, Saya melakukannya pada teman saya yang lain bernama Ika. Hari itu, Saya menjadi salah satu panitia Rembug UI. Jumlah kami (panitia) tidak banyak karena beberapa diantaranya tidak bisa hadir hari ini. Kemudian Ika, walau sedang sakit, masih terus bekerja giat dalam kepanitiaan tersebut.

Siang hari, kami istirahat dan mengobrol bersama. Ika masih terlihat lelah. Saya rasa, ini waktu yang cukup tepat untuk mempraktikan seperti yang dilakukan. Yah. Saya melakukannya. Awalnya canggung, namun tidak setelah beberapa menit kemudian. Ika senang dan memuji pijatan saya.  Siang itu, saya merasa menjadi orang yang berguna, amat berguna bagi saudara saya. Semoga akan ada hal-hal lain yang bisa saya lakukan demi saudara saya dan demi ukhuwah Islamiyah yang lebih baik. Membangun ukhuwah melalui pijatan. Hemmm… tertarik? Boleh dicoba^^