Nilai Akhlak dalam Dien Islam

Oleh : Fatin Rohmah Nur Wahidah, 1006663972

Akhlak. Kata itu tentunya sudah sering kita dengar. Akhlak juga dikenal sebagai budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabi’at yang melekat pada jiwa manusia. Karena itulah, suatu perbuatan disebut sebagai akhlak jika memenuhi kedua syarat berikut ini. Pertama, berulang-ulang. Perbuatan ini dilakukan tidak hanya sekali atau dua kali saja. Tidak secara kebetulan atau tiba-tiba, tidak juga karena keterpaksaan. Misalnya, seorang yang tiba-tiba memberi uang pada pengemis padahal biasanya tidak memberi, maka tidak bisa dikatakan ia memiliki akhlak dermawan. Kedua, timbul dengan sendirinya. Hal ini karena sudah menjadi kebiasaan, sehingga ia timbul dengan sendirinya tanpa ditimbang-timbang dan dipikirkan berulang-ulang.

Sebagai salah satu komponen utama ajaran agama Islam, akhlak berperan dalam melahirkan tingkah laku dan perbuatan manusia. Tentunya akhlak baiklah yang diharapkan akan terlahir dalam setiap aktivitas dan lini kehidupan manusia. Dalam garis besaranya, akhlak dibagi menjadi dua kategori. Yaitu akhlak terhadap Sang Khalik dan akhlak terhadap makhluk Allah. Akhlak terhadap makhluk Allah dibagi lagi menjadi dua, yaitu manusia dan bukan manusia.

Kemudian, akhlak terhadap manusia masih dibagi menjadi dua bagian yaitu, akhlak manusia terhadap diri sendiri dan orang lain. Sedangkan akhlak terhadap bukan manusia dibagi menjadi dua bagian juga. Yakni, akhlak terhadap makhluk hidup bukan manusia dan makhluk mati bukan manusia. Begitu kompleksnya ruang lingkup akhlak semakin menunjukkan bahwa akhlak berperan penting dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Akhlak bisa menunjukkan kualitas diri kita dalam hidup. Akhlak bisa menunjukkan watak yang kita miliki tanpa bisa disembunyikan dari orang lain.

Yang menilai akhlak kita baik atau buruk adalah nilai dan norma agama serta adat dan kebiasaan. Mengenai nilai, Bertens (1993) dalam bukunya Etika : Seri Filsafat Atma Jaya, mendefinisikannya sebagai sesuatu yang dianggap menarik, sesuatu yang dicari, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang disukai dan diinginkan sehingga, nilai identik dengan konotasi positif.

Agama Islam mengajarkan nilai-nilai akhlak yang luhur atau baik kepada Allah maupun kepada makhluk-Nya. Nilai akhlak kepada Allah, misalnya : mencintai Allah melebihi cinta kepada apa dan siapapun juga. Melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Mengharapkan dan berusaha memperoleh keridhaan-Nya. Mensyukuri nikmat dan karunia yang Allah berikan. Menerima dengan ikhlas atas apa yang Allah berikan dan Allah putuskan atas hasil usaha yang telah dilakukan. Memohon ampun pada Allah, bertaubat pada Allah, dan bertawakal pada Allah.

Selain itu, adapun nilai akhlak kepada makhluk terhadap manusia, yaitu : mencintai Rasul dengan tulus dan menjadikannya suri tauladan dalam hidup serta kehidupan. Berkomunikasi dengan santun kepada sesama. Bersikap baik dan lemah lembut pada orang tua, berbuat baik pada keduanya, mendoakan keselamatan dan ampunan bagi keduanya walau telah meninggal. Memelihara kesucian diri, menutup aurat, jujur dalam perkataan dan perbuatan, ikhlas, sabar, rendah hati, syukur nikmat, menjauhi dengki, menjauhi dendam, berlaku adil terhadap diri sendiri dan orang lain, serta menjauhi perbuatan sia-sia.

Selain itu, saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam keluarga, berbakti kepada orang tua, menjaga hubungan silaturahmi, saling mengunjungi tetangga yang sakit, saling memberi dan menghormati tetangga, berlaku baik pada fakir miskin dan anak terlantar, bermusyawarah dan menaati hasil musyawarah tersebut dengan bertanggung jawab, menunaikan amanah yang diberikan dengan baik, sungguh-sungguh dalam beramal kebaikan, dan menepati janji.
Sedangkan nilai akhlak kepada makhluk yang bukan manusia, antara lain: sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup. Menjaga dan memanfaatkan alam dengan baik, sayang kepada sesama makhluk, tidak menyia-nyiakan fauna dan flora yang ada, tebang pilih pohon, reboisasi, melindungi satwa langka, dan memanfaatkan flora serta fauna yang ada untuk hal-hal kebaikan.

Nilai-nilai akhlak Islam yang luhur akan sangat baik jika diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Nilai-nilai akhlak tersebut insya Allah akan membawa kemaslahatan dan kesejateraan dunia ini, jika dilaksanakan sebagaimana mestinya. Karena Islam adalah dien yang sempurna dalam mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Karena Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Wallahu’alam bisshawab.

Sumber :
Ali, Mohammad Daud. 2010. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Rajawali Press.
Berterns, K. 1993. Etika : Seri Filsafat Atma Jaya. Jakarta : Gramedia Pustaka.