ASRAMA : Tempat Mahasiswa atau Hanya Fasilitas?

Depok, Asrama Mahasiswa UI. 19 April 2011. 06:00 am.

Asrama, salah satu fasilitas di Universitas Indonesia yang diperuntukkan bagi mahasiswanya. Di sini kehidupan awala mahasiswa baru dari daerah dimulai. Mereka yang merantau belajar ke kota besar dengan membawa mimpi dan harapan besar akan masa depannya.

Fasilitas asrama sebagai salah satu pilihan tempat tinggal mahasiswa baru daerah yang disediakan dari UI, begitu menggiurkan. Sewa kamar 160 ribu per bulan dan sudah ada perlengkapan lengkap di kamarnya.seperti tempat tidur, lemari pakaian, meja dan kursi belajar serta lampu kamar. Itu sangat membatu menghemat biaya kost yang mahal, sekitar 300-500ribu rupiah. Mungkin ada satu lagi alternative mengontrak rumah beramai-ramai sehingga bisa dibayarkan sekitar 250 ribu per bulan dan biasanya belum mendapat fasilitas perlengkapan asrama. kalau mau, ada yang sudah ada perlengkapan kamarnya dengan harga yang lebih mahal lagi sekitar 400ribu per bulan.

Itu asrama, jika ditanya harga sewa kamar reguler untuk mahasiswa menetap. Berbeda dengan mahasiswa yang hanya semalam dua malam menginap alias tidak menetap, harga sewanya sebesar 20ribu rupiah. Sedangkan ada lagi untuk kamar ber-AC perbulannya sekitar 900ribu rupiah.

Di asrama, ada mini market yang harga-harga makanannya lebih mahal dari pasar, ada fotocopy yang harga barang-barangnya pun biasanya dinaikan dari harga umumnya. Ada dua warnet yang harga per jamnya cukup normal, dan tentunya ada kantin yang bervariasi. Dari yang harga makanannya murah hingga mahal, dari yang penjualnya ramah hingga yang suka cemberut, ada yang cukup bersih hingga agak bersih (soalnya kata memang belum terlalu bersih). Namun, kata kebanyakn mahasiswa selain asrama yang suka makan di sini, makanan di asrama secara umum memang lebih miring dari tempat lain. Ada satu lagi, BURSA Asrama. ini adalah salah satu tempat menjual barang kebutuhan sehari-hari mahasiswa seperti beras, sabun, shampoo, pulsa, hingga menerima jasa laundry. Sayang, sekarang kondisi bursa asrama sedang “tidak sehat” sehingga proses jual belinya tidak berjalan lancar. Padahal, menurut saya ini adalah satu dari tiga tempat (minimarket, fotocopy, dan bursa) yang harganya bisa dijangkau mahasiswa dengan wajar.

Saya pikir, asrama adalah satu tempat ideal yang bisa dijadikan lahan bagus untuk kehidupan mahasiswa jika saja pengelolaan asrama lebih baik. Meskipun asrama adalah fasilitas, pada kenyataannya ada kegiatan mahasiswa di sini. Asrama sebagai tempat mahasiswa berkumpul, berdiskusi, beraktivitas, dan berinteraksi. Makan di kantin, belajar kelompok di gazebo, beribadah atau mengadakan seminar di gazebo, mengobrol dan saling mengunjungi kamar teman-temannya, belajar bersama di tempat belajar lorong masing-masing gedung, hingga beribadah di musola lorong atau musala gedung B. Di sini, juga ada 3 lembaga yang dapat sebagai wadah kegiatan mahasiswa dan sebagai latihan mahasiswa berorganisasi. Yaitu : FORKAT, SAHABAT, dan PMKA.

Ternyata bukan hanya pusgiwa (pusat kegiatan mahasiswa) yang bisa diandalkan untuk kegiatan mahasiswa. Dan salah besar ketika ada orang mengatakan “Asrama hanya tempat tidur saja!” itu SALAH! (maaf, bapak direktur fasilitas dan umum yang terhormat). Mahasiswa adalah penggerak yang sejak awal sudah dipanggil pahlawan muda. Mahasiswa sudah dilabeli dengan perannya sebagai agent of change, iron stock, dan social control. Mustahil jika tidak beraktivitas dimanapun ia berada dan tanpa melakukan apapun yang berarti.

Belajar adalah mengenai apapun dalam kehidupan, bukan hanya mata kuliah di kamapus. Pembelajaran tentang kehidupanlah yang nantinya akan lebih dirasa teraplikasikan dalam kehidupan nayata. Mahasiswa bukan anak SMA lagi yang hanya mengejar nilai tanpa pemaknaan. Bukan hanya anak SMA yang orientasinya menjadi mahasiswa, melainkan mahasiswa yang nantinya akan menghadapi dan “mengurus” masyarakat. Bahkan terlibat langsung dalam bermasyarakat.
Kemudian, tentang asrama yang hanya boleh ditinggali selama satu tahun saja sejak tahun 2009. Mengapa dibuat aturan tersebut? Saya balik bertanya pada bapak direktur kemahasiswaan yang terhormat, Mengapa hanya 1 tahun saja, Pak? Apa manfaatnya? Apa keuntungannya? Bukankah dengan kebijakan asrama 1 tahun kini, masih ada sekitar 460 kamar yang kosong? Apa pertimbangannya? Justru kamar-kamar itu akan jadi rusak jika tidak ditempati dan tidak dirawat. Apalagi tahun 2010 lalu ketika saya baru mau masuk asrama, pertama kali datang dan membayar asrama, langsung diminta “uang jaminan” 500ribu rupiah. Uang tersebut hanya bisa diambil ketika telah menghuni asrama selama 11 bulan (hingga bulan Mei). Jika belum 11 bulan, maka hanguslah uang itu.

Se-tega itukah Anda pada mahasiswa daerah? Yang harus menunggu pengumuman selama 10 hari. 10 hari yang dinanti dengan harap-harap cemas, demi mendapat tempat tinggal di UI yang terjangkau harganya. Kemudian langsung ditagih dengan 500ribu sebagai “pengikat” agar tetap membayar 11 bulan sewa jika “uang pengikat” itu ingin kembali. Padahal di bulan Mei, adalah waktu memikirkan UAS dan persaingan mencari tempat tinggal baru akibat dari masa tinggal di asrama yang hanya 1 tahun. Mengapa kami harus pindah di bulan itu?

Hingga kini, kewenangan asrama berada di bawah kemahasiswaan atau falitas umum masih perlu dipertanyakan kebenaranya. Saya pikir, akan lebih kondusif bila dipegang oleh kemahasiswaan sehingga asrama bisa benar-benar dipandang sebagai wadah mahasiswa bukan hanya sebagai fasilitas statis atau sebagai tempat tidur belaka.
Jika pihak kemahasiswaan merasa berat karena menambah asrama sebagai bagian dari kemahasiswaan, maka perlu dibentuk sub-sub bidang yang concern pada pengelolaan asrama. haruskah asrama hanya sebagai tempt tidur belaka? Mengapa kebijakan asrama harus satu tahun saja? Tolong dipertimbangkan, Pak. Karena asrama bibit pertama. Karena asrama begitu berharga. Karena asrama luar biasa!