Dekapan Al-Insyirah dalam Kesungguhan

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah : 5-8)

Membaca cerpen Lukisan Kaligrafi karya K.H. Mustafa Bisri, mengingatkan saya akan sebuah makna dan nasihat yang terkandung di dalam Surah Al-Insyirah tersebut. Ustadz Bachri, seorang ustadz yang sedikit banyak mengetahui tentang arab kaligrafi dan hafal ayat-ayat Al-Quran, namun belum pernah melukis. Ia yang menguasai kaidah-kaidah penulisan khat, namun belum mampu melukis kaligrafi. Kemudian ia merasa tertantang oleh ajakan kawannya, Hardi, seorang pelukis yang kemudian mengikuti jejak seniman lain dengan berbisnis. Hardi mengajak Ustadz Bachri melukis kaligrafi untuk diikutkan dalam pameran kaligrafi.

Awalnya Ustadz Bachri merasa kesulitan belajar melukis khat. Namun, ia tidak menyerah begitu saja. Ia terus berusaha mengetahui lebih dalam tentang melukis kaligrafi. Ia membaca buku-buku khat dan sejarah penulisan kaligrafi. Ia bahkan pergi ke kota untuk melihat-lihat lukisan di pertokoan dan galeri. Kemudian ia membeli perlengkapan melukis, seperti kanvas, cat, dan kuas.

Keseriusannya juga ditunjukkan dengan mengubah gudangnya menjadi sanggar melukis. Keluarganya turut mendukung meski awalnya terheran-heran dan menertawakannya. Ia berlatih di dalam sanggarnya tengah malam. Jika ia merasa tidak cocok dengan lukisannya, ia akan menindasnya dengan warna lain. Hal ini ia lakukan berulang kali. Sindiran keluarganya justru menguatkan Ustadz Bachri menguatkan tekadnya mengikutkan lukisannya ke pameran bagaimanapun caranya.
Kesungguhannya ternyata tidak sia-sia. Meski motivasinya bukan dari dalam diri sendiri sepenuhnya, kerja kerasnya membuahkan hasil yang luar biasa. Atas bantuan Hardi yang cerdas dalam mengarang judul karyanya, Alifku Tegak di Mana-mana, ditambah penjelasan makna dan falsafah yang luar biasa. Lukisan Ustadz Bachri mampu memikat seorang kolektor dari Jakarta dan mampu dihargai 10 ribu US dollar.

Dari cerita singkat di atas, saya hendak mengambil hikmah bahwa ketika kita menanam pasti akan menuai. Ketika kita terus berusaha, akan ada hasil yang sepadan atas usaha kita bahkan mungkin lebih dari yang kita bayangkan. Ketika kita mau berusaha meski dalam kesulitan, selalu ada jalan kemudahan. Karena sesungguhnya setiap ada kesulitan, akan ada kemudahan yang menyertainya.

Bersungguh-sungguh menurut http://kateglo.com adalah berkeras hati, berusaha dengan sekuat-kuatnya dengan segenap hati dan dengan sepenuh minat. Banyak kisah orang sukses bermula dari kegagalan. Sebut saja beberapa contoh. Thomas Alfa Edison misalnya, penemu bola lampu itu dalam proses menciptakan bola lampu mengalami kegagalan sebanyak 9999 kali. Apakah dia merasa gagal setelah ribuan eksperimennya tidak juga menunjukkan hasil. “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”, demikian ungkapnya.

Hal serupa juga dialami bintang laga Hollywood, Sylvester Stallone. Untuk memasarkan filmnya bertajuk “Rocky” dia ditolak 1855 kali. Namun, kesungguhan serta semangat pantang menyerah yang tertancap dalam jiwanya, berhasil membuktikan bahwa usahanya tidak sia-sia. Setelah mengalami sejumlah penolakan, akhirnya sebuah rumah produksi (PH) kecil menerima tawarannya untuk bekerjasama membuat film tersebut. Dan, di luar dugaan, ternyata Film bertajuk “Rocky” menjadi Box Office, bahkan dibuat hingga empat seri. Luar biasa bukan? Sejarah membuktikan, hanya orang-orang yang punya kesungguhan, semangat juang yang tinggi, serta pantang menyerah, yang akan menuai kesuksesan dalam segala hal.

Teringat pula sebuah quote “man jadda wa jada!” siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Ayat ke 7 menjelaskan pada kita agar bisa bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Kegigihan dan kerja keras menjadi salah satu syarat keberhasilan dan/ atau kesuksesan. Didukung kata-kata dari Collin Power, “Tidak ada rahasia untuk sukses. Ini adalah hasil sebuah persiapan, kerja keras, dan belajar dari kesalahan.”

Jika kita percaya Allah akan mempermudah langkah kita saat menemui kesulitan, maka tetaplah yakin dan terus berusaha dengan penuh keusngguhan. Hingga kesulitan itu lelah menemani, hingga kesulitan itu bosan mengawasi, hingga keputusasaan itu terlewati. Yakinlah bahwa setiap ada kesulitan pasti akan ada jalan keluar dan kemudahan yang kita dapatkan setelahnya. Karena selangkah setelah keputusasaan, ada selangkah pula menuju keberhasilan. Sayangnya, banyak orang yang tidak sabar dalam menjalani proses menuju keberhasilan itu. Allah tidak pernah bohong. Hanya terkadang, kita sendiri yang belum pandai dan belum jeli menemukan jalan keluar atau kemudahan tersebut. Karena itu, tetaplah berusaha dengan sungguh-sungguh!

Melalui tulisan ini saya mengajak teman-teman pembaca dan mengingatkan pula pada saya sendiri akan pentingnya sebuah keyakinan pada Allah bahwa setiap kesulitan yang kita temui, pasti akan ada kemudahan setelahnya. Jangan bersedih dan berputus asa ketika kesulitan itu menguras tenaga, pikiran, harta, dan waktu kita. Berusahalah dengan kesungguhan dan kerja keras. Percayalah akan kasih sayang Allah. Ia lebih dekat dari urat leher kita dan Ia selalu bersama kita. Allahu ma’ana.

Referensi :
http://kateglo.com/?mod=dictionary&action=view&phrase
http://kolumnis.com/kunci-sukses-itu-bernama-kesungguhan.html

Iklan