Tentang Asrama, doeloe…

by Big Zaman, Faiq Mifathul Falakh, Fatin Rohmah Nur Wahidah

Hai teman2 Asrama… Forkat mau buka2an ni…(wow!) tentang apa ya? Udah tau belum gimana sejarah Asrama UI kita tercinta ini? Okay! Kali ini Forum Angkatan Asrama UI 2010 “Milik Bersama”, mau sedikit kasih cerita tentang Sejarah Asrama (kususnya Depok) dan Forkat UI. Disimak yah… semoga bermanfaat ^^. Cekidot!

Asrama merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh UI bagi mahasiswanya, khususnya yang berasal dari luar Jakarta. Asrama didirikan pada tahun 1990an dan ditetapkan secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Rektor UI nomor 039A/SK/R/UI/1995. Dalam surat tersebut asrama UI didefinisikan sebagai suatu penunjang fasilitas akademik bagi para mahasiswa UI yang merupakan tempat tinggal sementara bagi para mahasiswa yang membutuhkan dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Asrama memang sengaja disediakan bagi anak-anak daerah yang belajar di UI supaya mereka dapat menyesuaikan diri secara cepat. Mahasiswa yang tinggal tidak hanya dari berbagai daerah saja, tetapi juga dari seluruh fakultas yang ada di UI Depok.

Awalnya hanya memiliki 367 kamar yang tebagi dalam tiga blok, blok A untuk kamar putri dan blok B serta C untuk kamar putra. Melihat perkembangan asrama di Depok, pada bulan Januari 1999 digulirkan rencana pengembangan asrama UI Depok hingga memiliki daya tampung 1200 mahasiswa yang terbagi menjadi lima blok. Proyek pembangunan dimulai akhir tahun 1999 dengan total kamar sebanyak 619 kamar, sedangkan pengisian penghuni gedung baru asrama UI Depok dilakukan secara bertahap yaitu: Tahap pertama, Juli 2001, dibangun blok D dengan jumlah kamar 232 sehingga kapasitas asrama meningkat menjadi 619 kamar. Tahap kedua, Januari 2002, dibangun blok E dengan jumlah 248 kamar sehingga kapasitas asrama meningkat menjadi 599 kamar. Tahap ketiga, Januari 2003, dibangun blok F dengan jumlah 248 kamar sehingga kapasitas asrama meningkat menjadi 1095 kamar. Sebagai tambahan informasi, pembangunan gedung asrama baru di belakang gedung DII telah selesai akhir April 2007.

Meski banyak anak daerah, asrama punya banyak mahasiswa berprestasi lho! Misalnya Bang Shofwan Al-Banna angkatan 2003, juara Mapres UI yang juga menjadi Mapres Nasional tahun 2007. Salah satu pioner pendiri Sahabat Asrama ini sekarang sedang melanjutan program doktornya di Ritsumeikan University Jepang. Akhir tahun 2009 kemarin beliau juga berhasil memenangkan sebuah kompetisi bergengsi bagi para mahasiswa program Master di tingkat dunia, St.Gallen Wings of Excellence Award 2009.

Tidak hanya ka Shofwan saja melainkan Ka Rizki M. Gibran mantan ketua Forkat Asrama 2005 yang menjadi Mapres Psikologi, ka Jay angkatan 2007 sebagai Mapres 2 UI yang sekarang juga menjabat sebagai MWA Unsur Mahasiswa UI, ka Big angkatan 2007 mantan ketua Forkat Asrama 2007 yang jadi Mapres 2 Fasilkom, ka Kiki Psikologi 2007 Mapres 2 Psikologi, ka Maya Widiarini angkatan 2007 yang menjadi Mapres 3 Fisip, Latifah K. Wardani dan Rully Prassetya yang masing-masing menjadi Finalis Mapres Fakultas Hukum dan Ekonomi, serta masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini. Dan pastinya, insyaaAllah nanti akan ada yang “muncul” dari angkatan 2010^^ (amiin)

Nah, dulu asrama juga dijadikan pusat pergerakan mahasiswa. Bayangkan aja dari 12 fakultas yang ada di UI, 8 ketua BEM-nya adalah anak asrama (hebat kan?!). kalau ada pemilihan ketua BEM UI, asrama adalah salah satu tempat strategis yang pasti dijadikan tempat orasi mereka. Kalau anak2 UI mau turun ke jalan, mereka juga mengajak dan mengadakan orasi di asrama, kantin tepatnya. Sang pemimpin orasi maju ke tengah lalu berdiri dan berkoar-koar di atas meja kantin. Seru kan^^…?!

Lingkungan asrama dulu terkenal dengan kekeluargaannya. Mahasiswa, ibu-ibu kantin, bapak-bapak satpam, pengurus dan karyawan TU, semua saling mengenal dan menyapa. Banyaknya anak2 daerah yang datang jauh2 merantau ke ibu kota, ke UI, ke kampus perjuangan ini hanya sendiri atau hanya bersama beberapa teman sedaerah mereka sehingga muncul perasaan senasib seperjuangan. Perasaan ini menjadikan mereka akrab seperti keluarga. Nilai2 kekeluargaan dan tenggang rasa dari daerah asal, menjadikan mereka punya rasa persaudaraan dan saling memiliki.

Oia, dulu asrama itu dua tahun lho! Namun, sejak tahun 2009 berubah menjadi satu tahun. Mengapa? Hal ini dikarenakan banyaknya anak2 daerah yang mendaftar asrama. Ada kompetisi ketat antarsesama mahasiswa calon penghuni asrama dari daerah. Jumlah kamar yang terbatas dan harus dibagi antara angkatan tahun sebelumnya dan angkatan tahun baru yang masuk. Selain itu, cita-cita sekaligus iming-iming dari direktur kemahasiswaan (yang masih menjabat hingga kini), yang ingin mengembangkan asrama mahasiswa layaknya asrama biru di seberang UI yaitu tempat pengembangan sumber daya manusia strategis. Jika asrama mau dijadikan satu tahun, maka itulah rencananya. Namun, rencana tinggal rencana, tidak terealisir hingga sekarang karena bukan beliau lagi yang ‘memegang’ asrama.

Perubahan masa huni ini, ternyata berdampak kurang baik. Tidak hanya semakin sepi dan kurang ‘greget’nya asrama tetapi juga pada ibu-ibu kantin yang berjualan di asrama. Kenapa sepi dan kurang greget? Ada yang berpikir malas bolak-balik pindah barang karena asrama hanya satu tahun. Kegiatan yang direncanakan dua tahun untuk para penghuni asrama harus dirombak total karena keterbatasan waktu. Sehingga asrama kurang ramai dan optimal dalam mengompakkan penghuni.

Ibu-ibu kantin juga mengalami penurunan omzet penjualan. Karena setelah masuk bulan-bulan terakhir tinggal di asrama, ada yang sudah mulai bersiap pindah bahkan beberapa bulan sebelumnya. Ditambah liburan selama kurang lebih 3 bulan pada semester genap, membuat asrama sepi dari mahasiswa satu angkatan tersebut. Nah, ada juga alasan mengapa asrama sepi, yaitu kondisi asrama yang sudah tua, banyak kerusakan, ya bisa dikatakan sudah kurang layak huni. Dibumbui dengan cerita2 mistis asrama yang banyak beredar. Sehingga tidak sedikit mahasiswa yang tidak betah tinggal di asrama.
Mengenai kondisi fisik bangunan asrama saat ini, tidak berarti seperti saat ini dari dulu. Asrama tidak lagi bergeliat ketika kebutuhan yang diperlukan tidak segera tertangani dengan baik. Kondisi bangunan kini kurang “dirasakan” betul oleh petinggi, pememilk kewenangan dalam menggerakan asrama. Tidak ada lagi kepala asrama, hanya ada pengurus TU yang tidak memiliki kewenangan langsung menangani masalah asrama, apalagi jika butuh dana. Rumit.

Tahun 1990an-2008, asrama masih memiliki kepala asrama. Sehingga bisa secepatnya ditangani bila ada kerusakan2 di asrama dan membutuhkan dana perbaikan. Sedangkan tahun 2008, dipegang oleh direktur umum dan fasilitas, yang cara penyampaian kerusakan serta keluhannya bertahap-tahap alias berbelit-belit. Akibatnya asrama kurang terurus / tertangani secara baik dengan segera. Tahun 2009, asrama dianggap lebih match dan akan lebih terawat jika berada dibawah kemahasiswaan, maka asrama diambil alih oleh direktur kemahasiswaan dengan membawa cita-cita tadi. Sekarang hingga entah kapan, asrama kembali dibawah kewenangan Direktorat Umum dan Fasilitas karena Direktorat Kemahasiswaan dianggap tidak mampu merealisasikan janji-janjinya, dengan kondisi hanya 1 tahun, hanya diperbolehkan sebagai tempat tidur, dan kurang terawat. Menyedihkan.

Oke, sekarang tentang FORKAT. Tahun 2002, sekelompok mahasiswa yang suka ngumpul bersama, berinisiatif membuat sebuah forum yang bisa meneruskan aspirasi anak2 asrama dan lebih mengakrabkan anak2 asrama. Maka dibentuklah sebuah forum angkatan (FORKAT). Dulu Forkat bersifat kultural, tidak ada aturan apapun dan sifatnya kekeluargaan. Mereka saling berdiskusi dan saling berbagi mengenai kondisi kekinian mahasiswa dan Universitas Indonesia. Dulu, Forkat angkatan 2007 ke atas (2007, 2006, 2005, dst), masih disokong dana oleh asrama. Meski hanya sekitar 300-600ribuan, tapi lumayan untuk tambahan pemasukan dan dana kegiatan. Sehingga bukan berasal dari kantong2 anak2 Forkat sendiri.
Ini adalah beberapa hal penting yang berhasil dicapai Forkat tiap angkatan, antara lain: Forkat 2007, sebagai Forkat yang pertama kali mendata dan mengkoordinasikan paguyuban se-UI. Forkat 2008 sempat mengusahakan MoU antarlembaga di asrama dengan rektorat. Sedangkan Forkat 2009 bekerjasama dengan Sahabat dan PMKA untuk membuat acara P3A bersama. Lalu apa yang akan dicapai Forkat 2010?^^

Nah, itulah sedikit dari segudang cerita yang dimiliki Asrama dan Forkat. Ternyata, menarik ya sejarahnya? Banyak PR yang perlu dikerjakan untuk bisa mengembangkan asrama UI kita tercinta. Jangan hanya sebagai tempat tidur dan jangan hanya rapuh terabaikan. Mengembalikan kembali rasa kekeluargaan dan rasa memiliki di asrama ini untuk bisa mewujudkan asrama layaknya rumah tinggal kita yang damai dan tak terlupakan. Mari bersama Forkat turut membangun kelayakan dan keramaian asrama kembali. Kita hiasi asrama dengan pernak-pernik catatan sejarah baru yang lebih manis. Kami sambut kontribusimu!^^
Thanks for reading! 

Sumber:
http://asrama.ui.ac.id/static_content.php?type=sejarah
Sejarah & SWOT Asrama.pptx/big zaman