Menjaga Ketauhidan

Kadang menjadi mengherankan mungkin, mengapa ada burung bisa terbang tanpa jatuh dengan waktu lama. Atau daun yang baru gugur ketika sudah tiba waktunya, padahal waktu gugurnya pun belum diketahui oleh siapapun kecuali yang Maha Mengetahui. Emm atau ada juga yang bertanya mengapa saya lahir di dunia. Lalu saya mau apa? Kemudian akan kemana? Dunia seolah memberikan segalanya, padahal tidak. Dunia seolah hanya tempat terakhir yang bisa dinikmati. Lalu mengapa ada kematian? Mengapa hanya sekali? Dan hanya beberapa tahun saja umur kita?

Apa ada juga yang bertanya mengapa ada orang hebat dan ada yang gagal? Ada kaya dan miskin? Ada pintar dan lebih tidak pintar? Ada yang aneh ada yang normal? Semua ini adalah peristiwa., fenomena, yang bukan tanpa kebetulan. Semua adalah proses dan ketika sebuah kesimpulan yang didapatkan, itu adalah takdir. Ups….! Berhenti dulu bicara takdir karena saya yakin akan ada banyak yang protes dan mempermasalahkannya. Yah, karena belum ada yang bisa menjamin bagaimana takdir itu terjadi. Rumus matematika, ilmu kimia, fisika, biologi, dan sebagainya, saya kira belum bisa merumuskan takdir. Tapi paling tidak ilmu-ilmu berusaha membuat subuah kesimpulan peristiwa lalu disebut “takdirnya”.

Ingatlah, hadirkanlah Allah sebagai satu-satunya Dzat yang Maha segalanya. Hingga hanya Ia yang patut disembah dan dijadikan sesembahan. Jagalah agar keyakinan akan keesaan Allah tetap terjaga kemurniannya dari pikiran, tubuh, sikap, dan tutur kita. Wallahua’lam bish shawab.