Catatan Aksi Sehari-an

Sore semakin tiba, perjalanan kami ternyata belum selesai teman-teman! Kami perlu menyiapkan tenaga ekstra untuk bersiap aksi di depan istana Negara. Tak lama perjalanan kami telah sampai di persimpangan antara monas, istana Negara, dan senja bumi ini. massa aksi bersiap dipimpin korlap (koordinator lapangan), Zakiyus Shadicky dan korput (koordinator putri), saya sendiri. Mobil sound bersiap menempatkan diri di depan massa aksi untuk mewadahi para orator menyampaikan retorikanya mempengaruhi massa.

Massa begitu bersemangat! Berbaur dalam satu cita dan tujuan. Terlihat tangguh dan kokoh border putra. Massa aksi putri terlindungi dan memejal. Tak kalah bersemangat dengan massa aksi putra yang tangguh. Mereka mengikuti aksi dengan menggebu. Sangat luar biasa!

Para ketua BEM dari fakultas-fakultas dan tentunya ketua BEM UI, Maman Abdurakhman. Dengan apik membungkus kalimat-kalimat persuasif membangkitkan semangat massa aksi. Satu per satu perwakilan fakultas pun naik memberikan orasinya. Hingga senja semakin tenggelam. Pak polisi pun memberikan tanda “time out” agar kami mengakhirkan aksi sore ini. setelah menyampaikan orasi dan beberapa tuntutan, ketua BEM menutup dengan sajaknya yang lugas dan kekhidmatan doa ditemani gema adzan maghrib yang syahdu. Kami bersegera menuju masjid terdekat, solat maghrib. Sambil menunggu yang lain dan bersiap pulang, kami berfoto ria😛

Dalam perjalanan pulang, dua miniarta dan satu mobil sound mnegiringi perjalanan kami. Di tengah perjalanan, handphoneku bordering sms.

Akprop! Malam ne, terasa cukup berbeda disbanding malam-malam lain di sehabis aksi. Ada harapan baru muncul, entah kenapa… Yang pasti, thanks a lot buat karya-karya kalian hari ini. semoga mampu menjadi inspirasi tuk kita semua. Ayo, terus membadai.. :)………… #salamsapuhalaman!

Sms malam itu dari kadept menutup “hari aksi” hari ini menjadi terasa lebih berharga dan bermakna. Hmmm semakin tertarik aksi :p terima kasih, kawan!