Duh, hati…

Akan ada sebuah masa, rinduku tertangkap menjelmakan sukma ini. Relung hatiku dapat bebas berucap syahdu nan merdu akan kata, rasa, impian yang kini kelu. Tak ubahnya seperti bocah mendendangkan ocehan, yang sering dianggap grutuan. Duh hati… bersabarlah hingga nanti. Engkau tak kan terpatri lagi. Jiwamu bebas mengatai apapun yang kau sukai. Suka apa, katakan apa, kau bisa…