Inspirasi dari Adonan

Purbalingga, 28 agustus 2011.

Inspirasi bisa didapatkan darimana pun termasuk adonan kue. Inilah yang terjadi padaku siang tadi ketika aku membantu ibu mengolah adonan kue memakai tangan. Membuatnya tercampur merata dan pas untuk dibuat kue.
Awalnya belum tercampur hanya terdiri dari bahan-bahan awal. Kemudian sedikit demi sedikit ditambahkan dengan bahan lain sambil diaduk terus hingga merata. Ketika belum pas menjadi adonan yang baik, tanganku bisa merasakan tidak enaknya tekstur adonannya. Dipegang tidak enak, rasanya belum pas, lengket di tangan, dan sebagainya.
Apa yang membuatku terinspirasi? Ketika adonan lengket di tangan, aku terpikirkan tentang bagaimana sulitnya sebuah proses mencapai keberhasilan. Sering tidak enak, merasa kesal, capai, dan penuh tantangan yang menghadang dari berbagai sudut. Akan tetapi itulah sebuah proses. Sukses adalah hak setiap orang yang mau mengusahakannya. Sukses itu ada dalam diri tiap manusia. Sukses juga didefinisikan berbeda bagi setiap orang tergantung prosesnya.
Yah, dari adonan saya terinspirasi untuk lebih memaknai dan ikhlas menjalani proses yang sedang saya lakukan. Tidak usah mengeluh ketika kesulitan dalam berproses. Anggaplah sebagai sebuah proses pendidikan atau tempaan. Seperti besi yang ditempa menjadi barang-barang atau alat rumah tangga. Seperti anak yang dididik melawan nafsu buruk mereka untuk menjadi manusia berguna nantinya. Seperti para tentara/ polisi yang dididik denga kedisiplinan tinggi agar menjadi pejuang negara yang tangguh. Bahkan seperti tempaan di bulan ramadhan, agar jika kita setelah melaluinya dapat menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya. Pendidikan, tempaan, atau sebuah proses memang sering kali tidak ‘meng-enak-an’ meskipun tidak selamanya harus dibuat demikian. Mari, hadapi proses yang kita lalui dengan sadar dan bijak ^^.