Asrama, Rumah Berharga

Depok, 25 September 2011. 09:12

Sepagi ini matahari sudah ramah menyapa kamar asramaku. Sejuk. Tiba-tiba teringat bagaimana keberadaan asrama tahun depan. Nantinya, akankah ada asrama yang ramai lagi, adakah asrama yang bersifat kekeluargaan lagi, adakah tatanan nilai sosial asrama yang dapat terwariskan lagi? Satu hal lagi, agak ekstrim, apa ada Forkat ‘lagi’?

Kemarin, saya bertemu dengan kepala TU asrama yang baik hati. Beliau banyak bercerita tentang asrama sejak pertama kali saya bertemu. Kami juga banyak berdisukusi ini dan itu. Senang mengenal beliau^^.. sering kali, jika ada masalah asrama, saya akan segera bertemu beliau. Entah sendiri, bersama ketua putra, bersama teman-teman Forkat lain, maupun bersama kakak-kakak angkatan. Apalagi sejak ada masalah asrama terkait beberapa hal : masa tinggal asrama yang hanya 1 tahun, uang jaminan di awal pembayaran masuk asrama yang besar (Rp. 500.000) dan baru dikembalikan jika sudah di asrama 11 bulan (kalau tidak 11 bulan, uang jaminan hangus). Ada lagi, terkait kegiatan asrama yang sudah dilarang, birokrasi yang beribet, apalagi sekarang di tahun 2011 yang sistem pembayarannya langsung ke bank. Setelah ke bank, bukti pembayarannya baru diberikan lagi ke loket asrama untuk mendapat bukti pembayaran sewa asrama.

Di tahun 2011, rupanya ada pula kenaikan harga sewa per bulan yakni Rp 160.000 menjadi Rp 200.000 dengan tetap ada uang jaminan yang menurun (tadinya Rp 500.000 menjadi Rp 400.000). Namun, perlu diketahui juga bahwa masa tinggal di asrama untuk maba 2011 hanya sampai bulan Januari. Setelah bulan Januari boleh diperpanjang, namun uang jaminan Rp 400.000 tidak dikembalikan.

Nah, mengenai pemegang wewenang di asrama, belum juga terpecahkan. Kepala asrama memang sudah ada namun hingga kemarin (23 September 2011) setelah saya bertanya pada kepala TU asrama, beliau hanya diberikan surat tugas atau surat perintah semacamnya tanpa penjelasan wewenang lebih lanjut.

Sekarang bagaimana? Apa kegiatan di asrama masih dibolehkan? Menurut surat desposisi yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, pihak rektorat sudah memberikan peringatan terkait kegiatan yang ada di asrama. Tidak boleh ada kegiatan di gazebo, lapangan parkir, hingga lorong asrama. Surat ini keluar setelah saya dan panitia pekan penyambutan penghuni asrama (p3a) mengajukan proposal kegiatan sekaligus ingin meminta izin pelaksanaan acara p3a tersebut.

Lalu, sekarang bagaimana? Sekarang sudah ada kepala asrama, namun belum “dilengkapi” wewenangnya apa saja. Akhirnya, di awal oktober nanti akan tetap ada kegiatan untuk mengakrabkan mahasiswa baru, menyambut keluarga baru, membina hubungan anggota keluarga baru, dan tentunya menyambut para pejuang baru! Asrama, mungkin memang bukan rumah pertama tapi asrama menjadi rumah berharga yang mempertemukan saya dan teman-teman menjadi keluarga kecil nan bahagia.

One thought on “Asrama, Rumah Berharga

  1. hal-hal yang didapatkan di asrama ga bakalan sama dengan tempat lain. diskusi ampe tengh malem sambil becandaan ga jelas. semua hal yang terjadi di asrama bener-bener ga aku rasain di kosan…

Komentar ditutup.