Bukan Perpisahan Sebenarnya

senja di lubuk hati mulai mengikis,
ia bergeser perlahan menutup jingga.
aku teringat kau, sahabatku.
yang mungkin kini sudah tak lagi bersamaku.

kau tahu? aku merasa cemburu
kau dan aku kini harus rela dipisahkan
kita harus bergerak dengan cara kita masing-masing
karena tidak ada lagi label atas sebuah golongan di antara kita.
tenanglah,
aku tahu bahwa diriku ini masih mencintaimu
pun terlebih aku, yang paham bahwa kau juga pasti mencintaiku
namun apatah daya bila kini jalan yang kita tempuh mulai menemui onak duri
mulai berguncang dan harus dileraikan.

ah, sahabatku, massihkah kau ingat?
jalan dakwah ini mengajarkan kita ketegaran,
mengajarkan kita tentang pentingnya menguatkan barisan,
dan pastinya mengajarkan kita akan makna kesungguhan.
jalan yang kita tempuh ini tidak mudah,
tidak sembarang pula orang yang mau mengembannya.
berbahagialah jika kau dan semoga aku, masih berada dalam jalan berliku ini.

tidak ada tempat bagi mereka yang lalai,
tidak ada kesempatan bagi mereka yang tak mau bergerak
karena sejatinya, sejak awal pun kita telah diperingatkan bahwa bukan Allah yang membutuhkan kita
namun kita yang membutuhkan Allah dalam menjalankan peran kita di bumi ini..

bergerak atau tergantikan!
tetaplah berjuang saudaraku, dalam kepahaman ilmu, keikhlasan, dan ketaatan pada Allah.
mari, bercita-cita menikmati keindahan syurga
bersama…
perpisahan ini bukan akhir perjuangan,
sampai bertemu di jannah-Nya..

sumber gambar:
sayunya.blogspot.com