Memilih Peminatan

Rasanya dunia ini begitu banyak masalah dan banyak pula peluang pemecahannya. mungkin kita saja yang belum banyak mengetahui tentangnya. bahkan hanya untuk memilih peminatan psikologi saat ini, saya mengalami kebimbangan luar biasa selama setahun terakhir ini. (saya harap ini bukan alasan yang menyebabkan saya tidak konsentrasi belajar semester ini).

peminatan yang ada memang hanya 5, tapi setiap anak diminta memilih diantara 2. bayangkan, memilih 2 diantara 5 sudha seperti memilih jalan hidup dan pasangan hidup. padahal itu belum tentu juga kan?

namun, itulah saya yang seringkali memikirkan sesuatu dalam jangka panjangnya. saya memikirkan apa tujuan hidup saya nanti di masa depan, lalu memikirkan apa toolsnya, bagaimana caranya, dan apa langkah-lagkah kecilnya sejak sekarang. nah, saya menganggap bahwa peminatan psikologi semester depan akan bisa menjadi batu loncatan sekaligus langkah kecil saya menapaki langkah panjang selanjutnya.

mungkin itu baik, namun bila terlalu lama, bisa jadi ada masalah dengan diri saya sendiri, entah apa itu…hehe. semoga tidak demikian. saya hanya tidak ingin berpikir heuristik berdasarkan minimnya informasi yang saya miliki.

well, satu hal yang pelajari adalah, ada banyak hal yang harus kita selesaikan dan ambil keputusannya sepanjang kehidupan ini. dibutuhkan ketangkasan dan kecerdasan untuk membuatnya menjadi keputusan yang sedikit risikonya. masalah heuristik,harus diakui bahwa manusia memang memiliki keterbatasan pikiran dan informasi. kita tidak bisa meraup semuanya, namun sekali lagi, pilihlah yang bisa berisiko kecil.

tidak perlu terlalu lama berpikir dengan melatih insting, kesigapan mencari data, kecerdasan berpikir, dan memilih mana yang sesuai serta realistis.

mengenai peminatan yang saya pilih, setelah dipikirkan dan disesuaikan dengan tujuan, insya allah saya akan pilih sosial-pio. karena saya ingin menjadi sosial-entrepeneur. dengan berbasis ilmu psikologi, saya berharap bisa mengelola bisnis untuk kesejahteraan sosial, baik dari pendalaman SDM, pelatihan, penempatan pekerja, dan sebagainya.

semoga kita bisa menjalani hidup ini dengan baik, terus belajar, dan terus belajar :))

Iklan

Kejutan Kecil

Sore ini, sabtu, 12 mei 2012, saya mendapat sesuatu yang membuat saya merindukan masa itu. kejutan, ya kejutan. seorang ibu berusia 51 tahun dan seorang ibu juga berusia 30 tahun. kedunya lahir di bulan mei dengan tanggal yang berdekatan. mereka diberi kejutan oleh para mahasiswa dan keluarganya tepat pada penutupan acara pelatihan untuk pendamping mahasiswa baru hari ini.

saya melihat begitu hangat hubungan mereka. paling tidak, itu yang terlihat sore ini. saya melihat mereka begitu saling menyayangi dan menghargai satu sama lain. sudah bertahun-tahun mungkin saya tidak melihat apalgi mengalami kejadian ini sendiri. saya hanya ingat ketika saya masih di bangku SD kelas 6, saya mendapat kue ulang tahun yang pertama dari guru kelas saya. selain itu, saya mendapat kue ulang tahun di hari ulang tahun saya dari teman-teman
saat saya berada di kelas 6 SD pula. saya bukan sedang mengharap ada orang yang memberi saya potongan kue pertama ataupun mengharap ada orang yang mau memberi saya kue tart lagi. tapiii saya hanya merindu masa itu.

entah kenapa ada rasa haru ketika mengingatnya. mengingat guru saya dan teman-teman saya. oia, ada satu hal lagi yang saya rindu, kejutan lain dari ibu saya… 🙂

ahh saya terlalu menyukai kejutan, meski itu sangat kecil. jangan salah kalau saya juga suka mengejutkan :p

Part 3 #Asrama

Depok, akhir Desember 2011 – sebelum pemilihan ketua angkatan 2011

Satu tahun lebih, forum angkatan asrama telah dipimpin oleh angkatan tahun 2010. Forum angkatan asrama 2010 sebagai kelompok anak-anak 2010, telah melalui masa pembentukan dan perkembngannya. Tuckman dalam Meinarno, dkk (2009) menyatakan adanya Model Perkembangan Kelompok Dasar. Yaitu:

1. Forming. Ini adalah tahapan pertama, dimana kelompok baru terbentuk. Jika tidak salah ingat, bulan Oktober akhir adalah masa pemilihan ketua forum angkatan 2010. Kemudian bulan November kami mulai membentuk diri dan berbagi tugas hingga mengumpulkan staf dan saling tahu deskripsi kerja masing-masing.

2. Storming. Pada tahap kedua ini para anggota kelompok tidak sependapat tentang apa yang harus dilakukan dan bagaiaman peran pemimpin di dalam kelompok. Di sini terjadi perdebatan antaranggota dan saling menilai satu sama lain. Begitupun kami, ketika jobdesc sudah saling diketahui, kemudian mulai merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Pada awal pertemuan rapat kami, ada saja teman-teman yang menilai ketuanya kurang tegas, ada yang menilai teman-temannya sudah baik, kurang ini itu, dan tidak jarang suhu udaranya meningkat karena nada dan emosi pun meningkat. Bahkan ada pula yang mulai berguguran karena tidak tahan dengan kondisi tersebut.

3. Norming. Pada tahap ketiga ini, mulai ada kohesi kelompok serta terbentuk struktur, peran, dan rasa ke-kita-an. Di sini juga ditemukan tata cara , aturan, hak, dan kewajiban yang akan dijadikan rujukan. Kami pun sempat melalui tahap ini ketika kami sudah mulai menyatu, jalan-jalan dan lari-lari bersama, membuat kegiatan ini itu bersama, dan tentunya makan di kantin hingga larut walau hanya sekadar berdiskusi atau bercanda. Kami sudah semakin paham satu sama lain dan tahu bagaimana menghadapinya. Kmai sudah bisa membedakan mana tugas dan aturan cultural apa yang perlu dikerjakan.

4. Performing. Pada tahap ini, anggota kelompok terfokus menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan kelompok. Nah, pada tahap ini, kami sudah berumur kurang lebih 6 bulan, dimana pekerjaan dan penyelesaian proker adalah paling utama. Satu sama lain diharapkan saling mendukung karena pada dasarnya kami adalah satu kesatuan. Acara-acara sudah semakin sering dilakukan dengan semangat dan performa yang bergerak searah kurva normal. Saya pikir, pembuatan timeline kerja cukup berhasil untuk membuat acara-acara tersebut tidak menumpuk di bulan yang sama.

5. Adjouring. Ini adalah tahapan terakhir dimana anggota kelompok mulai melepaskan diri dari kegiatan dan tugas kelompok. Nah, tahap ini sudah terlihat tanda-tandanya sejak beberapa ulan terakhir ini. Namun, masa pergantian itu belum juga datang akibat sedikitnya anggota yang merasa butuh untuk membubarkan atau mengakhiri kepengurusan forum angkatan. Saya pikir, sudah saatnya tahap adjorning (bubar) ini ada. harus segera dilaksanakan agar jelas dan bersemangat dalam mempersiapkan perekrutan dan pembinaan generasi selanjutnya. Tidak lupa proses penjelasan pada generasi baru mengenai evaluasi tahun ini pun harus dilakukan. Agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali dan kebaikan yang ada tetap lestari.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah saran untuk segera melaksanakan proses pemilihan ketua angkatan yang baru dengan tidak melupakan perekrutan dan tawarist pada mereka. NB: emm agak terlambat memposting rupanya. namun, paling tidak, demikianlah gambaran sebuah proses dalam kelompok yang sangat amat ringkas. silakn untuk 2011, memulai kembali proses forming-nya.. 🙂 setiap tahun punya tantangannya, ada yang mungkin sama, dan memang bisa jadi berbeda.

SEMANGAT! bersemangatlah seperti balita yang belajar berdiri. 🙂

Gambarberanilah mencoba!