Odong-Odong Full Music

Depok, 10 Juni 2012. 17.00

“Iwak peyek, iwak peyek, iwak peyek nasi jagung”. Pernah dengar bukan, petikan lagu ini? Yah, masih sering terdengar saya temui lagu demikian entah di televise maupun saya dengar langsung.

Begipun ketika sore ini, ketika saya baru pulang dari kampus. Saya bermotor mendekati rumah kontrakan saya di sebuah daerah di kota Depok. Tepat di depan rumah kontrakan saya, bait lagu itu terdengar. Saya semakin terheran karena ternyata lagu itu bersumber dari sebuah kereta anak-anak yang sering disebut odong-odong oleh adik saya. kereta itu bermotor, dapat mengangkut lebih dari 4 orang dan sopirnya tetap ada di depan. Mungkin kalau diibaratkan seperti kereta kuda yang sudah modern.

Keheranan saya ini karena disana adalah anak-anak sebagai “warga” kereta terebut. Anak-anak yang mayoritas naik dan menikmati lagu tersebut. Odong-odong yang beberapa tahun lalu masih dipenuhi oleh nyanyian anak-anak, seperti: “Naik-naik ke puncak gunung”, “Bintang kecil”, Pada hari minggu”, dan sebagainya. Artinya, beberapa tahun lalu kereta tersebut yang berisi anak-anak memang masih “pantas” dinaiki anak-anak karena kesesuaian propertinya, salah satu lagu atau musik penghiburnya. Namun kini, yang naik anak-anak namun musik penghiburnya sudah musik ornag-orang dewasa, yang saat ini menjadi kontroversi pula.

Entahlah, saya merasa beban tanggung jawab saya dan Anda yag peduli pada dunia anak-anak menjadi lebih berat. Anak-anak kita sudah dijejali berbagai hal yang bisa jadi itu belum waktunya bagi dia. Dari televise dengan sinetron-sinetron “beracun”, kisah anak-anak yang tahayul, musik ornag dewasa, konser dangdut tanpa larangan untuk anak-anak, gambar majalah porno di jalanan dan toko-toko tak bertanggung jawab, hingga kelakuan dan pakaian orang dewasa yang mulai “fulgar” di depan anak-anak. Ibarat atlet angkat besi, atlet yang belum bisa menanggung beban 15 kilo sudah disuruh mengangkat 20 kilo. Terbayangkan bagaimana tulangnya yang mungkin akan retak-retak dengan usaha yang begitu “memaksa”. 

Semoga ini dapat menjadi perhatian kita bersama menjaga masa depan generasi muda. Mari menjaga, bersama!

 

sumber gambar: odongodongmotor.wordpress.com