Sadar Peran

sadar peran itu penting. sadar kewajiban dan hak itu harus. kita harus tahu apa yang harus kita lakukan, kita berikan, secara sadar dan ikhlas.

akans angat disayangkan bila dalam setiap nafas dan detik kehidupan kita ternyata tidak bisa kita optimalkan karena kita yang tidak tahu, tidak paham, tidak sadar akan apa yang menjadi peran, hak, dan kewajiban kita.

merugilah yang demikian.

maka, kenalilah diri,

kenalilah peran,

kenalilah hak,

kenalilah kewajiabn,

kenalilah tujuan keberadaan kita.

hidup akan terseok saat kita tak tahu apa yang semestinya dilakukan. bisa menjadi overlap terhadap tugas atau justru tidak optimal dengan tugas pokoknya.

teruslah bergerak dengan pemahaman dan pemaknaan.

Iklan

(Dalam) Pencarianku

Gambar

Dalam pencarian. kita tentu pernah bahkan sering melakukan pencarian, bukan? pencarian yang saya maksud adalah pencarian jati diri.

pencarian ini begitu sulit, teman. berbekal pengalaman dan pengetahuan selama 20 tahun rasanya masih kurang untuk dapat mumpuni dan mendeklarasikan diri bahwa inilah “jatidiri saya”. penempaan dengan berbagai bentuk pelatihan tentunya akan sangat dibutuhkan dalam rangka mengakselerasi serta meng-up grade diri kita.

selayaknya besi yang ditempa, ia bahkan butuh di panaskan, didinginkan, dipukul-pukul dan sebagainya untuk menjadi sebuah bentuk baru yang lebih baik. begitu pun sebuah proses penempaan diri. jangankan manusia ini, benda mati yang tidak punya emosi, akal, kecenderungan, ketegangan, mood, dan sebagainya sebagaimana sifat manusia pun harus melalui proses-proses yang rumit dan panjang tersebut apalagi seorang manusia.

manusia, yang bodoh, yang mau menerima amanah sebagai khalifah di bumi, yang gunung pun tidak sanggup menerimanya, akan tetap menjadi artefak unik. artefak hasil ciptaan Dzat Yang Maha Agung dan Maha Pencipta Yang Luar Biasa. dengan berbagai komleksitas perasaan, akal, dan fisiknya harus tetap mampu melalui proses penempaan-penempaan itu dan mencari jatidirinya.

jatidiri dan karakter sungguh sesuatu yang benar-benar abstrak dan sulit didefinisikan bila saja kita tak mau benar-benar mendalaminya. akan sangat dibutuhkan sebuah perenungan, introspeksi, pemikiran hingga akhirnya mampu menmformulasikan aapa dan bagaimana sebuah karakter. apa karakter kita dan mau seperti apa karakter kita. agaknya harus lebih saya perhatikan jawabannya.

saya selalu berdoa kepada Allah agar Ia memberikan saya  petunjuk dalam menjalani hidup yang sesuai dengan keinginan-Nya dan berkomitmen di jalan-Nya. agar pencarian jatidiri dan karakter ini akan tetap lurus tanpa diada-adakan/ dibuat-buat oleh sistem dan ilmu yang bukan datang dari Allah. sebagaimana doa Nabi, ya Allah, berikanlah aku petunjuk-Mu dan istiqomahkan aku di jalan-Mu. aamiin…

 

sumber gambar: http://www.google.co.id/imgres?q=jalan+pencarian&um=1&hl=id&sa=N&biw=1366&bih=606&tbm=isch&tbnid=JTa4aMcFAwtYUM:&imgrefurl=http://alvindadiary.blogspot.com

NLC PPSDMS NF 2012

NLC (national leadership camp) bukanlah sebuah training biasa dengan tujuan biasa. ia punya tujuan yang jauh lebih dahsyat dari sekadar namanya. mewujudkan pemimpin muda yang membangun peradaban. ya, kurang lebih itu yang saya tahu. kerja ini adalah kerja besar, dengan waktu lama, bahkan mungkin tidak banyak yang mau secara sukarela melakukannya. 

membangun peradaban bukan kerja mudah, tentunya. namun, nothing is imposible, guys! hidup akan selalu jadi mungkin ketika Allah mengatakan itu mungkin. masalahnya ada pada diri kita, mau mewujudkannya atau tidak, mau berkorban untuknya atau tidak, mau memohon diwujudkan atau tidak. ada banyak pelajaran yang saya bawa setelah mengikuti rangkaian kegiatan dalam NLC  2012 ini.

dari materi paradigma peserta PPSDMS, saya lebih paham bahwa saya harus jadi orang strategis. saya harus punya visi, matang secara kepirbadian, berpengetahuan luas, mandiri, dan tentunya punya pemahaman Islam secara komprehensif. selain itu, ada kerja sosial dengan orientasi menyukseskan orang lain sehingga kita sukses bukan untuk diri sendiri. PPSDMS mencoba membuat saya menjadi insan paripurna yang tentunya hebat secara diri dan sosial.

dari materi training yang diberikan, saya mendapat insight bahwa bermimpi tidak pernah salah dan mewujudkannya adalah tindakan mulia. orang yang bermimpi itu orang hebat karena ia punya imajinasi, tahu apa yang ia inginkan, punya pandangan masa depan, dan hal itu membuatnya bersemangat menghadapi hidup di masa depan. mereka para pemimpi, paling tidak percaya diri bahwa mereka suatu saat bisa mencapai apa yang dimimpikannya.

singkatnya, NLC telah membuka mata saya kembali setelah sejenak terlelap untuk menatap masa depan, membuat jalan hidup baru, lembaran baru, bersama orang-orang yang bermimpi hebat. paling tidak saya punya tempat, dimana saya bisa bertanya ini dan itu, mendapat meteri ini itu, dan merasa “dirawat” oleh orang-orang disekeliling saya. PPSDMS meminta saya memiliki karakter. karakter yang bagaimana? saya pikir, saya perlu menemukan apa karakter pokok dan karakter sentral saya sendiri. karakter manusia sekaligus pemimpin sejati yang perlu saya tanyakan kembali apa makna yang sebenarnya.

PPSDMS akan menjadi inkubator bagi saya untuk terus menimba ilmu, menjadikannya laboratorium baru, dan berharap bisa membuat saya lebih mendalam dalam memaknai kehidupan demi kebermanfaatan bagi orang lain. 

Depok, 17 Juli 2012.

NLC 2012.

angkatan 6! BERKARAKTER, joss!

Menanti Bentuk Ideal RUU KKG

Oleh Fatin Rohmah NW

Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender nampaknya kini mulai dipertanyakan kembali bagaimana keadaannya saat ini. Apakah RUU tersebut akan segera diresmikan? Sayang, mungkin kita belum akan menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Kabar terbaru dari anggota komisi VIII DPR RI yang didapat adalah bahwa belum ada kepastian peresmiannya bahkan rancangan ini pun masih butuh banyak masukan dari masyarakat. Beliau menambahkan bahwa rancangan yang ada saat ini masih merupakan draft. Mulai dari kalimat terkati definisi, konten, bahkann judul rancangan undang-undang tersebut masih Dapat berubah.

Bila ditilik lebih lanjut, usulan terkait RUU KKG ini memang bukan berasal dari komisi VIII DPR melainkan deputi perundangan DPR RI. Salah satu pendukung RUU KKG ini adalah komisi perempuan nasional yang dalam seminar nasional senin (2/6) kemarin, ketua komisi tersebut mengungkapkan bahwa semangat yang dibawa adalah kesetaraanm gender (laki-laki dan perempaun). Kesetaraan gender ini dimaksudkan agar para perempuan yang tertindas dan menjadi korban kekerasan para laki-laki terminimalisir. Latar belakang adanya RUU KKG ini diungkapkan, salah satunya adalah banyaknya perempuan yang menjadi korban penindasan, kekerasan, kerugian, dan perlakuan yang tidak menyenangkan. Kesetaraan ini dibangun agar laki-laki yang selama ini menindas dan mengesampingkan perempuan, lebih menghargai perempuan. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai peran, fungsi, dan beban tanggung jawab yang akan diemban perempuan ketika kesetaraan gender ini ada. Apakah akan menjadi “sama” persis dan tidak membedakannya dengan laki-laki atau tidak. Hal ini yang perlu diperbincangkan lebih lanjut agar peran perempuan tetap sesuai dan eksistensinya tetap diakui serta dihargai.

Menengok semangat dan latar belakang dibentuknya RUU KKG ini, perlu kiranya kita lebih teliti apakah RUU ini berorientasi pada hal yang lebih baik atau justru memperburuk. Setelah dilakukan dengar pendapat dengan beberapa pihak, komisi VIII menemui masalah bahwa keberadaan RUU KKG ini ditolak. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pihak-pihak yang mengungkapkan penolakannya, disayangkan belum banyak memberikan solusi atas permasalahn yang ada. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak masukan agar keberadaan RUU KKG ini sesuai dengan semangat dan tujuan awal yang dibawa, tidak bias, apalagi disalahartikan atas dasar apapun.

Pendapat yang diajukan tersebut boleh berasal dari lapisan masyarakat manapun termasuk mahasiswa. Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang menyandang nama kademisi diharapkan dapt mengambil peran, berpartisipasi dalam penyempurnaan RUU ini terutama berlandaskan ilmu akademisi. Inilah kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk mulai belajar dan mengasah kemampuannya beranalisis, sensitifitas sosial, serta idealismenya untuk membela kepentingan masyarakat. Mahasiswa sebagai jembatan pemerintah dan masyarakat adalah pihak yang sangat strategis untuk didengar suaranya. Oleh karena itu, mari bergerak maju untuk menemukan perbaikan bagi perempuan Indonesia.  

Depok, 2 Juli 2012