Kepemimpinan Profetik

Materi NLC 2012
Narasumber: Bachtiar Firdaus, MPP

Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang dimiliki dari Nabi. Dalam wacananya, kepemimpinan profetik ini bertujuan untuk akhirnya bisa menyingkirkan penghambaan selain pada Allah. Kepemimpinan profetik bukan saja menuntut kita soleh sendiri namun soleh juga untuk orang lain. mengapa peserta PPSDMS perlu mempelajari tentang kepemimpinan profetik ini?

Kepemimpinan profetik merujuk pada konsep yang diutarakan oleh Alm. Prof. Dr. Kuntowijoyo, mengatakan bahwa kepemimpinan profetik membawa misi humanisasi, liberalisasi, dan transendensi. Firman Allah dalam QS. Ali Imron : 110 menceritakan tentang misi-misi tersebut:
1.Ta’muruna bil ma’ruf (misi humanisasi) : memanusiakan manusia
2.Tanhauna ‘anil munkar (misi membebaskan) : membebaskan manusia dari keterpurukan dan ketertindasan
3.Tu’minuna billah (misi transendensi) : menggerakan hati agar manusia ikhlas melakukan tindakannya (inilah misi paling sulit).

Seorang pemimpin profetik perlu melakukan beberapa hal di bawah ini sebelum ia memimpin :
1.Proses pembacaan
Penguasaan informasi berupa konsep, teori, dan paradigma dasar
2.Proses penyucian (purifikasi)
Proses pembersihan dalam menetralisis pemikiran, perasaan, dan moral dari muatan negatif. Oleh karena itu, ia harus kritis menganalisisi masalah yang ada
3.Proses pengajaran
Penguasaan epistimologis dan metodologi ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Ia harus tahu apa yang akan diajarkan secara mendalam
4.Proses penguasaan informasi dan masalah-masalah baru dan dinamis
Mengajarkan kepada apa-apa yang belum pernah kita ketahui.

Berkaitan dengan kepemimpinan profetik itulah, Bachtiar Firdaus mengharapkan peserta PPSDMS menjunjung tinggi karakter yang sebelumnya telah diungkapan, yaitu Open Mind, Moderat, Objektif, dan Rendah Hati. Karakter inilah yang nantinya diharapkan mampu menunjang kepemimpinan peserta PPSDMS menuju kepemimpinan profetik.

Iklan

Kepemimpinan dalam perspektif Visi PPSDMS

Materi National Leadership Camp 2012
Drs. Musholli

Berawal dari sebuah keprihatinan akan permasalahan bangsa, pendiri PPSDMS meyakini bahwa bangsa ini butuh pemimpin yang peduli pada umat dan permasalahan yang dihadapi. Umat yang kini tengah rapuh dan tak memiliki arah serta tujuan pada akhirnya membutuhkan orang-orang yang memiliki visi ke depan yang jelas.

Dalam mengurus masalah umat tersebut, bukan hanya kepedulian yang dibutuhkan melainkan kredibilitas, integritas, dan kesabaran dalam menghadapinya. Sejenak menengok Indonesia dan permasalahannya, kita akan menemukan bahwa sumber daya alam yang melimpah di Indonesia ternyata tidak bisa mensejahterakan rakyatnya. Termasuk umat muslim di Indonesia sendiri ternyata belum muncul dan belum mampu mengelola sumber daya ala mini. Padahal pengelolaan sumber daya alam tersebut sangat penting untuk bisa kita manfaatkan bagi kepetingan umat.

PPSDMS dalam visinya, ingin melahirkan pemimpin yang pemahaman Islam yang komprehensif, integritas dan kredibilitas yang tinggi, berkepribadian matang, moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara. Hal ini diwujudkan dalam misi-misinya melalui strategi vertical dan horizontal. Strategi vertikal pada dasarnya menyasar kepada pengambil kebijakan strategis Islam yang dapat meramu, mempengaruhi masyarakat, dan menuangkannya dalam kebijakan publik. Sedangkan strategi horizontal menyasar kepada masyarakat untuk bisa menerima kebijakan publik tersebut.

Pembinaan PPSDMS bukan pembinaan yang hanya bersifat dua tahun di asrama melainkan pembinaan seumur hidup yang akan berkelanjutan dan secara bertahap dilakukan. Pembinaan asrama ini hanyalah sebagian kecil dari proses dan tahapan panjang pembinaan. Setiap tahapan memiliki goal dengan criteria masing-masing. Lebih lanjut, pergerakan pemimpin PPSDMS harus mampu masuk dalam tiga sektor kehidupan (sektor privat, sektor public, dan sektor ketiga) serta berpengaruh dalam pembangunan di bidang ekonomi, politik, dan sosial.

Transformasi Paradigma

Materi National Leadership Camp PPSDMS NF
Narasumber: Arief Munandar

Dalam kesempatan ini, Arief Munandar menekankan pentingnya paradigma berpikir bagi setiap peserta PPSDMS bahwa PPSDMS adalah tempat sekolah pemimpin bukan sekolah mapres. PPSDMS bukan tempat persinggahan orang-orang oportunis yang ingin mendapat jaringan atau keuntungan pribadi lainnya.

PPSDMS mendidik santrinya menjadi da’i atau aktifis dakwah. Bukan sekadar aktifis biasa, bukan anak manja yang berleha-leha. Mereka adalah dai yang harus bisa menyerukan kebaikan untuk orang lain. para aktifis islam tersebut memilikarakter pribadi yang kuat, pikiran yang kuat, mengerti alasan kenapa mereka melakukan sesuatu, salih/ah, berwawasan agama yang komprehensif, dan tangguh sehingga akan menjadi aktifis super bukan aktifis ala kadarnya.

Untuk menjadi aktifis dakwah yang kuat, ia harus kuat secara fisik, fikrah, dan ruhiyah. Ia pun harus berani berdakwah di luar kalangannya sendiri untuk menebar kebaikan dna survive di tengah pluralistik. Dalam QS. Ali Imran: 110, telah dijelaskan bahwa kita ini umat muslim adalah umat terbaik sehingga apapun yang dilakukan atau disentuh oleh umat muslim akan menjadi hal yang paling mulia dan bermartabat di muka bumi.

Paradigma ini penting untuk membentuk fungsi pola pikir hingga dapat melahirkan perilaku berdasarkan paradigma tersebut. Bila ingin menjadi seseorang yang signifikan, ada beberapa hal yang perlu dipertanyakan. Yaitu: mau jadi apa diusia 20, 40, dan 60 tahun? Ingin dikenang sebagai apa jika nanti meninggal? Dan ingin menjadi apa ketika nanti meninggal? Seseorang perlu fokus dengan tujuan hidupnya. Jangan melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin bisa fokus terhadapnya.

Jadilah manusia luar biasa dengan berpikir bahwa kita memang luar biasa.