Apa Tujuanmu?

apa tujuan hidupmu?

satu pertanyaan itu yang sekarang sedang kutanyakan pada diriku sendiri. ibadah. adalah satu kata yang telah kutancapkan. beragam jenis ibadah itulah secara konkret yang masih menjadi kebimbangan. mau berperan dimana aku? akan berprofesi apa? dalam waktu dekat akan menjadi apa? dikenal sebagai siapa? 5 tahun lagi akan berkiprah dimana? 10 tahun lagi di mana?

semuanya. pertanyaan itu bagai badai yang harus kuterjang. kuhadapi engan lantang. kudekati dan kuresapi. kenapa badai ini terjadi? apa mungkin aku sendiri yang tidak punya hobi atau konsentrasi tertentu? apa aku yang tidak ikhlas menerima keadaanku? apa aku yang tak punya inspirasi menjalani hidupku setelahnya? apa aku yang tak menangkap peluang sekecil apapun? apa aku yang tak bersyukur? apa aku yang hanya ingin di zona nyaman? astaghfirullah…

beruntung bagi kau yang telah memiliki jawab itu dengan jelas dan pasti. paling tidak kau sudah punya arah. kau sudah menuliskan sesuatu dan mengazzamkan sesuatu. paling tidak kau sudah punya arah dan tujuan, target, hingga kau punya petanya.

aku pernah bertanya pada temanku, “kenapa kau bisa mengambil keputusan ini dengan yakin?” dia bilang, “aku tidak yakin. aku hanya bergerak.”

bagiku, sebagai orang yang penuh pertimbangan, hal ini pun menjadi perrtimbangan. kenapa kau hanya bergerak? kenapa kau tak yakin dengan apa yang kau lakukan? padahal pernah suatu kali, aku pun mendengar bahwa “jangan lakukan apa yang tak yakin kau lakukan. jangan lakukan jika kau saja tak yakin akan menyelesaikan”.

saat ini, mungkin aku harus bisa memilih. kemampuan mengambil keputusan harus terus aku asah agar tidak banyak menghabiskan waktu dalam kebimbangan. apa aku akan terus berjalan hingga tak bisa lagi bergerak ke depan baru mundur? atau lebih baik pelajari dulu data yang ada baru berjalan?

aku merasa, ada banyak hal yang telah hilang dari diriku. aku yang suka berefleksi. aku yang suka mengambil hikmah dan insight di balik setiap peristiwa. aku yang suka membaca, diskusi, dan bertanya apapun yang kutak tahu. aku yang suka menuliskan mimpi-mimpiku, optimis, bersemangat, pantang menyerah. mengapa? ada apa ini? ada yang salah pasti. apa karena manajemen waktu, amalan yaumiah, tidak fokus, tak tahu apa yang akan aku lakukan, terlalu idealis, malas bergerak, atau apa?

selamat merenung dan mengevaluasi diri, fatin.

tidak ada yang bisa kau andalkan selain dirimu sendiri. bukan angkuh. tapi independen. berusahalah lebih keras dan jadilah lebih cerdas karena yang lain pun demikian. banyak baca. baca. baca. sebagaimana wahyu yang turun pertama. itu perintah Allah, bukan manusia. apalagi yang kau ragukan? berpikirlah.