Tentang Saya di Family Meeting

malam ini, acara family meeting anak-anak PPSDMS regional 1 Jakarta putri. acara ini adalah acara pertemuan keluarga yang dilaksanakan oleh setiap regional. di regional saya, dilakukan setiap pekan (hari Rabu malam) dan malam ini, saya kembali bertemu dengan 2 supervisor serta 29 teman-teman saya yang lain. mereka yang saya cintai, tanpa terpaksa dan saya kagumi tanpa terpaksa.

di akhir acara, ada games kecil yang mengharuskan setiap orang mengomentari setiap orang yang lain. cukup lama memang. jika setiap orang harus menuliskan minimal satu menit komentarnya kepada 31 orang lainnya. itu sudah memakan waktu 32 menit. yang jelas-jelas itu minimal. kalau 2 menit, 3 menit, dan sebagainya.. yaa silakan kalkulasikan🙂

nah, setelah semua terkumpul, saya akhirnya mendapatkan gambaran umum ‘saya’ atas orang lain. ada beberapoa hal yang saya catata, entah itu baik atau buruk, beserta komentar yang pikirkan sejenak. (semoga ini bukan bentuk defence mechanisme :p)

1. akhwat tangguh, macho, kuat. hmm agak bingung nampaknya karena ternyata saya se-begitu-nya di mata mereka. hehehe oke, akan saya perbaiki menjadi lebih ke-perempuan-an

2. galau. apa maksudnya ya? pernyataan ini sebenarnya agak kontradiktif dengan pernyataan pertama. galau itu kan seolah menunjukkan kelemahan, jadi apa saya galau atau saya kuat? beberapa diantara mereka juga menganjurkan saya bercerita jika ada masalah. sayangnya, saya bukan tipe orang yang suka cerita kemana-mana. saya harus kenal dulu, percaya dulu, personal space saya rendah dulu, baru deh saya bisa buka-bukaan tentang masalah pribadi. tapi, untuk keterbukaan saya cukup terbuka pada orang baru dan tidak cepat menyimpulkan.🙂

3. tidak care. hmm ini jadi koreksi saya. beberapa diantara mereka pun mengajurkan saya agar lebih peduli, mendengar, merasakan, serta tidak hanya bersama geng saya. yup! saya akui, saya punya ukuran yang menyatakan bahwa saya orang care atau bukan. dan benar memang bahwa saya juga merasa kurang care terhadap orang lain. nah, apa mungkin hal ini berhubungan dengan poin nomor dua pada kalimat akhir-akhirnya. kebetulan saya orang koleris.🙂

4. sotoy kalau curhat. nah, ini adalah hal yang sebenarnya sangat saya jaga. saya tak mau menggurui, tak mau seolah memebri solusi, tak mau menjadi orang yang sok-sokan tahu segala hal. status sbg mahasiswa psikologi sayangnya seringkali dianggap bisa memberikan solusi terbaik bagi setiap orang. ketika ada yang curhat dan minta pendapat pun, saya berusaha  melihat secra objektif dan mengatakan ‘menurut pengalaman saya”. oke, tapi itu masukan yang bisa dipertimbangkan, bukan?

5. tidak terpengaruh orang lain. hmm benar. saya akan butuh banyak pertimbangan ketika saya tidak tahu mau kemana saya pergi, mau apa, apalagi itu bukan passion saya. kebetulan saya koleris🙂. ya, jadi demikian bahwa saya butuh mempertimbangkan hal-hala kep depan ketika saya melakukan ini-itu. orang lain adalah pihak yang bisa mempengaruhi saya. motivasi eksternal, untuk saat-saat ini memang masih besar bagi saya.  so, saya harus menemukan teman-teman yang betul-betul memahami saya dan berniat baik pada saya.

6. inspiratif. well, kemungkinan karakter saya sudah diketahui. dengan tingkah laku yang bisa jadi berbeda dari yang lain. wajar bukan bila itu menginspirasi? tapi, saya harus bisa benar-benar membuktikan bahwa saya bisa menginspirasi, bukan hanya berani melakukan hal berbeda. kembali mencari makna dengan sesuatu yang benar-benar memberi pengaruh yang baik untuk orang lain.

7. ibadah hati. ininih, yang perlu saya perhatikan lebih. saya harus bisa istiqomah menjaganya agar senantiasa bertahan, naik, membentuk kurva S. “ketegran hati jauh lebih terlihat daripada ketegaran yang terlihat.” 

semua ini akan menjadi pembelajaran untuk saya. komentar itu bisa pedas, bisa manis. bisa benar, bisa salah. be yourself. mungkin kalimat itu yang lebih pas.  mengenali diri sendiri, mengembangkan diri sendiri, sembari mengembangkan orang lain, sembari memperhatikan orang lain, sembari berprestasi, sembari berkarya untuk kebermanfaatan diri pada orang lain yang lebih lebih lebih banyak. inilah yang akan menjadi hujjah (pembelaan)-ku ketika dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat kelak.

semoga Allah senantiasa membimbingku berjalan dalam kebaikan.🙂