Membangun Brand Personality

Menjadi seseorang  yang dikenal baik oleh  orang lain, barangkali menjadi pilihan dan impian setiap manusia. Betapa menyakitkan jika seseorang tahu bahwa dirinya adalah orang yang tidak disukai atau tidak diharapkan orang lain. Apalagi bagi orang-orang yang akan menjadi publik figur, seperti pada saat pemilihan raya belakang ini, dari tingkat himpunan mahasiswa, fakultas, hingga kampus tidak lama lagi.

Kampanye menjadi salah satu cara para kandidat menampilkan dan mempromosikan dirinya agar orang lain terpengaruh memilihnya. Berbagai macam cara dilakukan guna mempromosikan dirinya dengan memberikan cerminan personality yang baik.  Kuliah psikologi konsumen yang saya ikuti siang ini bersama dosen tamu berpengalaman , menyampaikan materi mengenai brand personality produk dengan sangat menarik. Brand personality sebagai sejumlah karakteristik yang dilekatkan pada suatu produk tertentu harus bisa dibangun dengan baik dan konsisten dimanapun dan kapanpun itu. Namun, saya bukan berbicara tentang produk barang/jasa  tertentu dalam arti sebenarnya melainkan diri dari kandidat sendiri. Bila diibaratkan, setiap orang boleh jadi berganti warna baju, model baju, dan penampilan, namun personalitynya tidak boleh berubah. Personality akan tetap dalam konteks apapun. Demikian juga seorang kandidat, ia akan tetap menjadi dirinya dengan karakternya sendiri yang kuat meski penampilan fisiknya berganti.

Mengapa brand personality menjadi penting? Ada beberapa alasan mengapa hal ini menjadi penting, yaitu: pertama membedakan dari kompetitor. Artinya, dengan ciri khas yang dimiliki, dapat membedakannya dengan kandidat lain. Kedua, menentukan konteks. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari sasaran konsumen atau segmen pasar yang akan disasar agar produk tersebut tepat sasaran. Ketiga, membangun komunikasi yang konsisten dengan konsumen terkait personality yang dibangun agar konsumen tetap ingat dengan produk yang ditawarkan. Keempat, membangun ekuisitas dalam waktu lama. Hal ini dibutuhkan agar brand personality yang dibangun dapat bertahan lama dan langgeng serta tetap kokoh dengan personality yang dimilikinya.

Membangun brand personality bukanlah hal mudah. Namun, bisa diupayakan dengan baik dan sungguh-sungguh. Pertama, bagaimana konsumen mempersepsikan produk. Cara ini bisa diketahui dengan melakukan riset atau focus group disscussion terhadap personality sebuah brand. Jika diterapkan pada kandidat, bisa jadi ia mencari tahu bagaimana kandidat di mata para pemilih lalu disesuaikan dan dipertimbangkan terkait siapa yang akan menjadi pemilih sasarannya. Kedua, bagaimana kita menyesuaikan persepsi konsumen. Hal ini dimaksudkan agar jarak/gap pemahaman atau yang dipersepsikan oleh konsumen dengan brand yang mungkin sudah dimiliki.

Ketiga, mengetaui sejauh mana gap tersebut dan bagaimana cara menjembataninya. Bisa jadi, kepribadian yang dimiliki kandidat ternyata tidak sesuai

kebutuhan pasar. Lalu pada bagian ini, harus dicari tahu cara menjembatani gap tersebut. Keempat, setelah seluruh proses dilalui, detailkan brand personality yang dibuat. Bagaimana seseorang itu dapat memiliki karakter secara detail dan jelas. Tidak samar-samar dan tidak ragu-ragu. Apakah dia laki-laki atau perempuan, apa dia tua/muda, membosankan/menyenangkan, kaya/miskin, gemuk/kurus, dan sebagainya. Tentu akan lebih  baik ketika kandidat paham personality-nya dengan jelas dan detail. Bagaimana pula dia bisa tahu cara memposisikan diri kepada orang lain, kepada teman baru, kepada pemilih, dan sebagainya terutama kebutuhan pemilih.

Meski kini tengah ramai pemilihan raya dan tulisan ini terkait dengan kandidat ketua lembaga, bukan berarti brand personality hanya untuk kepentingan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita sendiri perlu lebih jauh memahami siapa kita dan bagaimana orang mempersepsi diri kita. Jangan sampai ada fitnah-fitnah yang muncul karena kita tidak paham dengan diri sendiri atau karena orang lain yang tidak paham dengan kita. Kita berhak mendefinisikan diri kita sebagai apa dan bertindak dengan lebih tertata. Selamat membentuk diri!

Iklan