Pemimpin Masa Depan Indonesia

Ada beberapa kriteria pemimpin masa depan yang didambakan. Sedangkan menjadi pemimpin yang berhasil membutuhkan proses yang tidak singkat. Maka, dibutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan.

Kini menjadi suatu keniscayaan bahwa pemimpin menjadi sosok penting dalam sebuah organisasi yang dipimpinnya. Dari tingkat rumah tangga hingga dunia, pemimpin menjadi simbol dan nahkoda organisasinya. Dunia yang heterogen dan terus berkembang disertai permasalahan yang melingkupinya, menjadi tantangan besar bagi seorang pemimpin untuk dapat menata dan mengarahkan hingga tercapai tujuan yang diharapkan. Menilik pada Indonesia, negeri yang indah dengan beragam sumber daya, tentu membutuhkan pemimpin yang mampu mengakomodir keberagaman tersebut. Apa saja kriteria pemimpin yang sesuai untuk memimpin Indonesia dan bagaimana cara mewujudkannya?

Banyaknya teori kepemimpinan yang beredar, memunculkan banyak definisi tentang pemimpin dan pandangan efektifitas sebuah kepemimpinan. Kepemimpinan bukan hanya bicara siapa orang tertinggi melainkan juga bagaimana pengaruh seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, untuk mendukung pengaruh tersebut, ia membutuhkan kompetensi dan pendekatan personal kepada orang yang dipimpinnya. Seiring perkembangan zaman, ketiga hal tersebut masih perlu diimbangi dengan berbagai hal yang mendukung agar berhasil, yaitu kecerdasan dan kebijaksanaan dalam mengelola masalah, mamahami medan dan masalah yang dihadapi, visioner, kreatif, berani mengambil sikap dan menerima konsekuensinya, dapat dipercaya, bersungguh-sungguh mendedikasikan diri untuk melayani, serta dapat memberi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

Di negara Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya dan keberagaman kelompok, dibutuhkan krtiteria lain selain kriteria tersebut. Yaitu pemimpin yang moderat, objektif, dan open minde, sebagaimana digagas oleh salah satu pendiri asrama kepemimpinan Nurul Fikri. Seorang pemimpin diharapkan mampu memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang, tidak memihak pada kepentingan ataupun golongan tertentu, pandai memfilter budaya lain yang masuk, menerima kritik ataupun saran dari berbagai pihak dan dapat mengelolanya menjadi hal yang konstruktif, serta berupaya serius menjaga kerhormatan bangsa di kancah dunia.

Sebuah teori behavioral diajukan oleh Yulk dkk (dalam Aamodt, 2010) menyebutkan bahwa para pemimpin yang berhasil, melakukan hal-hal berikut ini: menginisiasi ide, berinteraksi secara informal dengan bawahan, mendukung bawahan, bertanggung jawab, mengembangkan suasana kelompok, mengorganisiasikan pekerjaan, berkomunikasi secara formal dengan bawahan, menggunakan reward and punishment, menetapkan tujuan, membuat keputusan, melatih dan mengembangkan kemampuan pekerja, menyelesaikan masalah, dan membangkitkan antusiasme kelompok. Berbagai hal tersbut tidak berasal dari bakat semata. Adanya penelitian ini justru membuktikan bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dengan proses yang tidak singkat.

Menjadi pemimpin yang berhasil membutuhkan proses yang tidak singkat. Cara membentuk karakter pemimpin dapat dimulai dari lingkungan keluarga serta pihak lain yang merasa bertanggung jawab. Misalnya: organisasi mahasiswa di kampus, partai politik, lembaga non-pemerintah, dan negara. Tujuannya jelas, melahirkan pemimpin masa depan yang berkarakter Indonesia. Menyadari hal tersebut, pihak-pihak terkait  perlu membuat perencanaan pembinaan kepemimpinan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga dapat memperoleh figur pemimpin yang memenuhi kapabilitas. Wujud nyatanya dapat melalui asrama-asrama pembinaan, sekolah-sekolah kepemimpinan, dan sistem kaderisasi organisasi yang dibentuk dengan pola pembinaan berkesinambungan. Pola tersebut harus memiliki standar yang jelas, perencanaan yang matang, materi yang komprehesif, dan fasilitas yang mendukung. Hal ini dibutuhkan untuk menumbukan bibit-bibit unggul pemimpin masa depan guna memajukan bangsa sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang berkarakter dan memiliki kapabilitas memadai.

 

Referensi

Aamodt. (2010). Industrial/organizational psychology (6th ed.). Canada : Nelson Education, Ltd