Narsistik

Hari ini, aku mendapat sebuah kuliah gangguan kepribadian dalam mata kuliah abnormal. Ada banyak hal yang akhirnya menarik untuk dibahas dalam materi tersebut. Salah satu yang membuatku terkejut adalah ada salah satu gangguan kepribadian bernama narsistik yang cocok dengan simtom yang ada pada salah satu temanku.

Yang paling membedakan dari sebuah gangguan kepribadian dengan gangguan cemas, atau gangguan lain adalah penderita tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungan (allow-plastis) dan dia tidak cemas dengan masalah gangguan kepribadian yang dialaminya (ego-sintonik). Biasanya gangguan kepribadian muncul sejak kanak-kanak meski dengan nama yang berbeda dari nama gangguan kepribadian. Gangguan kepribadian juga biasanya tidak memiliki gangguan secara neurologis.

Simtom yang muncul dari gangguan kepribadian narsistik adalah, ia selalu merasa dirinya paling benar, paling spesial, berhak mendapat perlakuan khusus, sehingga ia sulit menerima kritik dari orang lain. Dikatakan pula dalam buku Psikologi Abnormal Klinis Dewasa (Fausiah, 2007) bahwa sikap mereka yang demikian dapat mengakibatkan hubungan yang rentan/mudah pecah.

Kesesuaian simtom dalam teori dengan perilaku yang diperlihatkan temanku ini mirip. Maka, bisa jadi dia mengalami gangguan kepribadian tersebut. Namun, hal ini aku rasa perlu dipertimbangkan lagi dengan merujuk pada psikolog atau mungkin psikiater. Semoga segera bisa disembuhkan.