Prioritas

Prioritas. satu kata ini bisa jadi dimaknai berbeda oleh setiap manusia. apa yang diutamakan dan didahulukan oleh setiap orang bias jadi berbeda. terkadang, aturan dan norma serta komitmen dibutuhkan untuk bisa ‘menyeragamkan’ hal-hal yang harus diprioritaskan.

Bagi saya, sesuatu yang layak diprioritaskan itu adalah sesuatu yang membawa kebermanfaatan paling banyak. Ya, secara umum demikian. secara umum saya gunakan itu. Tapi nanti pasti ada aturan yang perlu kita tiru sebagai standard untuk membuat prioritas itu, yaitu salah satunya ilmu tentang fiqih prioritas.

Dilema itu selalu datang pada setiap pengambilan keputusan, termasuk memilih mana hal-hal yang patut diprioritaskan. Wajar jika ada kebingungan untuk memutuskan mana yang diprioritaskan. Kenapa masih bingung? Menurut saya, kebingungan itu ada karena tidak ada standard, patokan, pegangan, ataupun prinsip.

Jadi, prioritas bagi saya secara umum adalah mana yang jauh lebih bermanfaat bagi orang lain dan bagi saya. Agar tidak bingung membuat prioritas, maka membutuhkan prinsip yang kokoh untuk melandasi, tentunya dengan ilmu.