Dua Hal: Mendaki Gunung dan Berorasi

Sudah bulan Desember. target saya sampai saat ini masih ada yang belum terpenuhi. yah, lebih tepatnya cita-cita saya hingga akhir tahun ini. ada dua hal yang sebenarnya sudah saya rencanakan dilakukan di tahun ini, yaitu: mendaki gunung Slamet dan berorasi di depan massa aksi.

kenapa dan bagaimana bisa saya ingin kedua hal ini?

gunung
yah, mendaki gunung bagi saya memiliki makna yang mendalam. ketika akan naik gunung saya harus punya persiapan. ketika berjalan menyusuri menuju puncak, saya harus bisa bertahan. padahal ketika mencapai puncak, bisa jadi hanya gumpalan awan dan keindahan kabut yang saya temui. namun, itu semua akan menjadi sangat menakjubkan dan berhasil menghilangkan semua lelah yang dirasa. subhanllah… Allah begitu Maha Indah dan Maha Kuasa atas Penciptaan-Nya. setiap jejak mendaki selalu dilandasi semangat dan motivasi mencapai puncak. saya rindu masa-masa dimana saya begitu antusias berkompetisi dan optimis memandang hidup saya. saya rindu sebagai individu yang hangat dan dapat dipercaya. saya rindu menjadi seseorang yang bisa dimintai bantuan kapanpun. nah, prototipe-nya bagi saya ada pada saat mendaki gunung, baik pada saat mencapai puncak maupun ketika dalam perjalanan pendakian.

orasi
lalu kenapa saya ingin orasi? bagi saya, sebuah pencapaian adalah ketika saya berhasil berbicara di depan orang banyak. namun, bukan hanya untuk presentasi atau berceramah. yang belum pernah saya lakukan adalah berorasi. saya membayangkan begitu sulitnya berorasi karena penuh dengan kata-kata yang mampu menyihir massa untuk tetap bertahan menjadi massa aksi. selain itu, harus mampu memberikan pemahaman pada mereka dan tentunya membakar semangat massa aksi. yah, di atas mobil sound atau podium saya ingin suara saya lantang terdengar, tidak malu-malu, tidak ragu-ragu, dan menjadi bekal tambahan semangat untuk memperjuangkan isu yang dibawa sebagaimana Soekarno, tokoh idola saya, menyeru idelismenya kepada rakyat Indonesia.

semoga saya dapat segera mencapai kedua hal ini sebelum saya pensiun sebagai mahasiswa. semoga saya pun bisa terus melakukan dua hal ini selama saya masih mampu, meski saya telah menikah. semoga saya tetap menjadi aktivis masyarakat yang memperjuangkan kepentingan mereka🙂