Refleksi Evaluasi Akhir Tahun: Belajar Menjadi Unta Rahilah

unta

Kita tak pernah tahu apa dan bagaimana yang dilakukan seseorang dengan sedetail-detailnya. Maka, apakah adil jika kita memberikan penilaian tentang orang tersebut? Satu pertanyaan itu yang muncul ketika sore ini telah selesai acara evaluasi akhir tahun perjalanan di SALAM UI i5 2012. Begitu banyak cerita ternyata, yang mungkin tidak saling diketahui detailnya. Apalagi pengorbanan waktu, uang, tenaga, perasaan sedih, senang, haru, duka, terpaksa, dan sebagainya yang dirasakan oleh para BPH dan anggota SALAM UI lainnya. Allah Yang Maha Adil adalah Hakim Seadil-adilnya. JIka ingin keadilan yang demikian, bukan dunia tempatnya melainkan pengadilan di akhirat kelak. Oleh karenanya, berharaplah kita atas keadilan itu pada Allah semata. Bagi saya, cukuplah berpegang pada prinsip bahwa kebaikan yang kita lakukan adalah untuk kita sendiri, keburukan yang kita lakukan itu juga untuk kita sendiri. Maka, janganlah bersedih hati dan berputus asa atas ketetapan-Nya.

Hal lain yang saya dapatkan adalah optimisme berjuang melakukan kebaikan. Seburuk apapun keadaan kita, cukuplah kita sendiri dan orang-orang yag terlibat di dalamnya yang memahmi. Allah pun tak pernah menyuruh kita berputus asa, justru kita harus optimis menatap masa depan kita. Optimis bahwa janji Allah dalam Al-Quran melalui firman-Nya adalah pasti, apapun itu. Niatkan hanya Allah tujuan kita. Sehingga rasa lelah, hampa, sendiri, tidak mengerti, dan sebagainya akan sirna karena-Nya. Percaya dan yakin bahwa akan selalu ada Allah yang melindungi kita. Maka, tetaplah bertahan dalam jalan yang Allah kehendaki dan atas hambatan sesulit apapun yang menghadang.

Ada banyak manusia di dunia ini yang hidup. Ada banyak pula manusia yang melakukan sesuatu kebaikan. Namun, manusia yang bertahan pada kebaikan, konsisten dalam iman, bahkan rela menjadi pemikul beban paling berat itu sedikit. Ialah manusia yang sangat kuat dan siap membawa beban paling banyak, bagai unta rahilah. Apakah yang dimaksud dengan ‘Rahilah itu’. Al-Khaththabi rahimahullah berpendapat bahwa orang yang memiliki keutamaan dan kelebihan dan sangat sedikit jumlahnya. Mereka seperti kedudukan unta yang bagus untuk ditunggangi dari sekian unta pengangkut beban. Al Imam Nawawi rahimahullahu pun mengatakan bahwa orang yang diridhoi keadaannya dari kalangan manusia, yang sempurna sifat-sifatnya, indah dipandang mata, kuat menanggung beban dan mereka itu sedikit jumlahnya (Syarah Shahih Muslim). Demikianlah dijelaskan bagaimana manusia yang utama bagai seekor unta rahilah.

Evaluasi akhir tahun ini semoga menjadi momen baik sebagai batu loncatan perubahan diri dan memperbaiki diri kembali. Bukan hanya di SALAM, melainkan di berbagai organisasi apapun yang kita jalani. Tetaplah optimis akan pertolongan Allah, cemaslah dengan diterima/tidaknya amal kita sehingga kita senantiasa berbuat kebaikan, serta jadilah orang yang siap menjadi penanggung beban kebaikan sekalipun itu berat.

Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan satu tim di Kastrat SALAM, kepada BPH SALAM i5, dan kepada ketua SALAM UI i5. Setiap dari Anda adalah orang yang begitu berharga dan memberi pengaruh bagi saya, sekecil apapun itu. Terima kasih karena telah memberi banyak pelajaran dan pengalaman kepada saya. Semoga sukses dalam langkah kebaikan selanjutnya dan Allah senantiasa menguatkan langkah kita ini. Semoga.