Kajian Kastrat SALAM 2012

Kajian Kepemimpinan Islam. Kajian ini dilaksanakan di perpusatakaan pusat lantai 5. Bentuk dari kajian ini seperti seminar dengan menghadirkan pembicara yang dianggap kompeten dan banyak terlibat dalam isu ini. Kajian kepemimpinan Islam ada dua bagian, yaitu kepemimpinan dalam kampus (rektor) dan kepala daerah. Kami mencoba menghadirkan pembicara yang berimbang termasuk menghadirkan pembicara yang dapat melihat dari sudut pandang Islam. Namun, minimnya informasi tentang latar belakang pembicara dan kurangnya analisis yang tajam serta masih sempitnya pengetahuan tentang tokoh yang menguasai materi, membuat kajian ini tidak se-ideal yang direncanakan. Adanya komentar mengenai kajian tersebut pun lebih kepada pembicara yang dihadirkan serta isu yang diangkat.

Hal ini dapat menjadi pembelajaran bahwa penting untuk mempelajari isu yang akan diangkat oleh kastrat Salam UI agar tidak bertentangan dengan fungsi dan ranah kerjanya (syiar Islam dan kepedulian isu keumatan). Selain itu, anak kastrat harus paham betul siapa pembicara yang dihadirkan: latar belakang, pola pikir, kecenderungan politik, dan sebagainya. Paling tidak, ia harus tau bagaimana orang umum memandang pembicara tersebut. Informasi yang berimbang pun dibutuhkan sehingga kajian yang dihadirkan dapat melihat dari berbagai sudut pandang sehingga kajian tidak dianggap ajang doktrinasi.

Selain itu, ada kajian pekanan politik Islam dari Sentra Muslim Cendekia (SMC). Kajian ini sebenarnya tidak ada dalam program kerja yang dibuat di awal tengah tahun. Namun, program kerja ini terus berjalan atas nama SMC sebagai bagian dari komunitas pemikiran Islam di bawah naungan kastrat dan ketua SALAM. Pada dasarnya komunitas pemikiran Islam ini adalah baik dan dibutuhkan. Namun, akan menjadi hal yang kurang optimal jika tidak ada sinergisasi dengan kastrat selaku departemen kajian dan aksi strategis. Bila pemikiran ada tanpa aksi, bisa jadi pincang. Bila aksi tanpa pola pemikiran dan ilmu yang baik pun akan jadi buta. Sebagaimana jika  bergerak tanpa ilmu dan berilmu tanpa amal.

Sentra Muslim Cendekia yang berfungsi menjadi wadah kajian pemikiran Islam memiliki status sebagai komunitas yang independen dan dipayungi SALAM UI. Anggota SMC bukan/ belum tentu anggota SALAM, demikian sebaliknya. Karena anggota SMC terbuka bagi mahasiswa UI lainnya. SMC bersifat independen karena kepengurusannya dapat melakukan perencanaan dan eksekusi kegiatan. Dipayungi SALAM UI berarti SALAM UI bertanggung jawab pada SMC dan begitu sebaliknya. SMC memiliki tanggung jawab untuk memberikan laporan berkala pada SALAM UI.

Komunitas ini pun hemat saya akan kurang optimal jika harus memiliki double pekerjaan –kajian dan membuat kegiatan. Artinya, perlu kerja sama tadi dengan departemen kastrat maupun departemen lain yang bersangkutan agar kajian dapat fokus dan pembuatan kegiatan pun fokus oleh masing-masing pihak. Adanya pembagian ini bukan dalam rangka mengkotak-kotakan, justru pembagian tugas yang jelas dan saling melengkapi diharapkan dapat mengoptimalkan kerja serta fungsi antarpihak.

Iklan