De Javu (Mungkin)

Gerimis pagi ini menyapa tiba-tiba. Memang ramah karena mendung mendahuluinya. Apel pagi setiap senin kali ini dihiasi mendung dan hawa asri, yang tentu menjadi keuntungan bagiku karena tidak kegerahan. Aku masih berdiri ketika amanat pembina apel dimulai. Tepat setelah bait pertama pembuka sang pembina, gerimis itulah mulai turun.

Rintiknya bagai salju. Namun lebih tipis dan semakin lama, semakin deras membasahi kerudung putihku. Di depan mataku, gerimis seolah mengajakku pada lamunan masa lalu. De javu. Seolah kenangan itu hadir kembali. Konteksnya mirip; lapangan, apel, dan gerimis. Bedanya adalah seragam yang kukenakan, institusi yang melarbelakangiku, hari, bulan, dan tahun peristiwa.

Teringat pada beberapa  tahun silam (4-5 tahun yang lalu) dalam apel sore latihan rutin Pramuka. Gerimis. Saat itu, tanganku masih menyilang di belakang, amanat dari kakak tingkat, seragam berwarna cokelat, barisan yang teratur, dan tentunya gerimis yang datang tiba-tiba. Namun. kami (pasukan dalam barisan) tetap diam tak bergeming. Alih-alih menunggu perintah pemimpin pasukan untuk berteduh atau tetap diam di tempat karena tidak ada perintah lanjutan.   

Peristiwa yang sudah lama. Rutinitas latihan Pramuka setiap sore yang mungkin bila diibaratkan sebuah buku, sudah menjadi buku yang usang berdebu pula. Gerimis ini, tak hanya membasahi kainku, tapi kenangan yang lalu. Sehingga ia kembali mengembun, mengharubirukan suasana hatiku. Mungkin karena ada rindu itu.

Di hati tlah tertanam cinta
rela berkorban jiwa raga
bagi kehormatan dan cita
tegakkan kejayaan bangsa

meski jiwa gugur sebagai penebus
tak akan goyahkan hati
tlah bulat tekad untuk berbakti
mengemban misi bersih suci

tanpa harap balasan jasa
hanya ridho Allah semata
PPSDMS berjuang
Demi Indonesia mulia

Hymne PPSDMS ini dinyanyikan setelah amant pembina apel dalam ceremonial institusi kami. Saya katakan, lagu ini turut mengiringi kenangan dalam lamunan tadi. Suasana melankolis ini mirip dengan suasana saat Pramuka pun menyanyikan lagu hymne-nya.

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan
agar jaya, Indonesia, Indonesia
tanah air ku
Kami jadi pandumu.

Apel pagi PPSDMS dan apel sore latihan rutin Pramuka. De javu, ataukah aku yang sedang rindu.

Depok, 14 Januari 2013