Berlawanan dalam Hidup

Berbagai masalah psikologis bisa terjadi pada diri kita. Kapan pun itu. Sikap tidak suka pada dunia, tidak merasa aman di dunia, menyalahkan diri sendiri berlebihan, bahkan ingin meninggalkan dunia. Bisa jadi itu wajar, bagi sebagian orang yang sering mengalaminya. Apakah itu Anda? Saya harap tidak.

Dalam hidup, akan selalu ada hambatan, ujian, dan berbagai bentuk zona tidak nyaman lain yang mungkin akan kita temui. Kemalasan, keajegan, keengganan, mungkin tetap menjadi teman sejati atas kehidupan harian kita. Namun, apakah hidup selalu dalam kutub negatif?

Dunia ini diciptakan seimbang. Yin dan yang, hitam dan putih, baik dan buruk, kiri dan kanan, hidup dan mati, sehat dan sakit, luas dan sempit, dan sebagainya. Semua memiliki rival dan kebalikannya. Begitu juga hidup dalam kutub negatif, ada kutub positif yang tentu juga ada. Jika kini sedang bersedih, satu jam nanti bisa jadi kita sudah tertawa.

Begitupun ketika ada keputusasaan, pun in-sya Allah ada harapan di depan. Sebagaimana Allah berfirman, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah : 8). Artinya, percayalah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Lalu, bagaimana hal-hal negatif itu bisa berubah menjadi baik? Allah menjawab, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka.” (QS Ar Ra’du : 11). Kuncinya adalah diri kita sendiri.

Kita yang mengubahnya dengan mengendalikan pikiran kita, mengubah persepsi kita, mengubah tingkah laku kita, dan mengubah kebiasaan kita, menjadi hal yang lebih positif. Jika kini Anda sedang bersedih, putus asa, memiliki kesulitan dalam hidup dalam bentuk apapun itu, percayalah akan selalu ada jalan. Asal Anda mau berubah dan bergerak mencari jalan keluarnya.

Setelah lorong yang gelap, akan ada cahaya di ujungnya. Teruslah berjalan dengan ketekunan dan kesabaran, mengharap keridhoan Allah subhanahu wata’ala. Wallahu’alam bishawab.

 

Iklan