Tetap Bergerak Meski Minoritas

Fenomena golonganminoritas-mayoritas di masyarakat dan dalam kehidupan kita, mau tidak mau harusdiakui keberadaannya. Secara langsung maupun tidak langsung, secara sadarataupun tidak sadar, dalam masyarakat terbentuk sebuah golongan yang dapat dikategorikansebagai mayoritas dan minoritas. Baik itu dalam pandangan makna yang berkonotasinegatif ataupun positif. Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, golongan yangdisebut mayoritas adalah jumlahorang terbanyak yang memperlihatkan ciri tertentu berdasarkan suatu patokandibandingkan dengan jumlah lain yang tidak memperlihatkan ciri itu. Sedangkan golonganyang termasuk minoritas adalah golongan sosial yang jumlah warganya jauh lebihkecil jika dibandingkan dengan golongan lain dalam suatu masyarakat. Bila bolehdisederhanakan, mayoritas adalah golongan yang biasanya lebih banyak, bisa jadilebih dominan, dan lebih menguasai. Sedangkan minoritas adalah golongan yanglebih sedikit, kecil, dan biasanya cenderung dipandang lebih rendah.

Manakah yang lebih berpengaruh? Dalaminteraksi sosial yang terjadi, masing-masing dari kedua golongan tersebut sebenarnyamemiliki pengaruh dan dapat saling mempengaruhi. Forsyth (2010) dalam bukunya, Group Dynamics,mendefinisikan pengaruh mayoritas sebagai pengaruh tekanan yang diberikan oleh bagianyang lebih besar dari suatu kelompok kepada anggota individu atau kepada bagiankecil faksi dalam kelompok tersebut. Sedangkan pengaruh minoritas didefinisikansebagai pengaruh tekanan yang diberikan oleh tunggal individu atau faksi yanglebih kecil dari suatu kelompok terhadap anggota mayoritas.

Kedua golongan sebenarnya memiliki hak hidup yang sama sebagaimanusia. Namun demikian, dalam praktik di lapangan, kelompok minoritas tidakjarang diperlakukan secara diskriminatif dalam masyarakat. Tidak jarang pula kaumminoritas diejek atau dilecehkan bahkan ditolak dari kelompoknya. Dalam banyakkasus, anggota suatu kelompok bisa berubah karena mendapat tekanan langsungdari kelompok mayoritas (mayoritas yang mempengaruhi). Namun, ada juga kelompokminoritas yang berhasil mengubah atau mempengaruhi kelompok mayoritas, meskihal tersebut langka terjadi.

Hasil penelitianMoscovici mengenai pengaruh minoritas tentang conversion theory, membuktikan bahwa minoritas dapat mempengaruhimayoritas, namun hanya pada waktu tertentu dan dengan tingkah laku tertentu.Salah satu yang menjadi faktor penting adalah konsistensi(McLeod, 2007).Levinedan Russo (dalam Forsyth, 2010) punmenambahkan bahwa secara umum, kaum minoritas akan lebih berpengaruh ketikamereka dianggap sebagai pemain tim yangberkomitmen, kompeten, dan mendukung kelompok tersebut.Jadi, salah satu hal lagi yang dapat menjadikan golongan minoritas akan lebihberpengaruh adalah jika termasuk orang yang berkompeten. Dari kedua penelitianini, dapat disimpulkan bahwa konsistensi dan kompetensi dari golongan minoritassangat dibutuhkan jika ingin mempengaruhi mayoritas.

Siapapun bagi orang-orang yang ingin melakukan perubahan namun masih menjadi minoritas, tidak perlu risau. Tetaplah konsisten dan terus berlatih diri agar menjadi semakin kompeten dalam bidang perubahan tersebut. Tetap bergerak, meski minoritas. Lakukan saja. Itulah hak generasi kita.