Setelah ini, apa?

Mungkin ini semua berawal dari ketidaktaatan. ketidakpercayaan. ketidakinginan untuk memilih taat pada pemimpin. Ini menjadi abu dan kabut yang membuat samar. Membuat ketidakjelasan atas sebuah kerja. Dakwah. Konon, kata ini yang melatarbelakangi semua. Melatarbelakangi gerak dan cita-cita yang masa depan.

Gejolak ini yang muncul. Tidak sepadan dan tidak sefrekuensi sehingga memunculkan kekaburan. Lihat saja, setelah ini mungkin bukan nama baik yang kuperoleh. Lihat saja, mungkin bukan kepercayaan dan kesantunan yang akan kudapatkan. Bisa jadi cacian, makian, kesinisan.

Dakwah. Konon, kata ini yang membuat kami bersatu. Tapi entah setelah ini. Apakah masih bertahan? Apakah masih selembut dahulu? Apakah masih sehangat dahulu? Ketika pengusiran sudah diputuskan. Padahal ide baru dan keinginan perubahan sudah dibulatkan. Hanya Allah yang akan tahu apa yang terjadi kemudian. Hanya Ia yang paham dan membuat skenario selanjutnya.

Bekerjalah kau dalam kerja-kerja dan amal-amal Allah. Meski tidak dalam golongan ini atau itu. Apakah setelah ini aku boleh berkata tentang ‘sakit hati’-ku? Apa setelah ini? Mestinya aku menjadi lebih baik, bukan lebih buruk. Namun,. aku hanya berharap obat hati pada Allah dan meletakkan kesakitan ini pada-Nya.