Cerita Karimata (2)

Kali ini saya akan coba menceritakan bagaimana (rumitnya) perjalanan dari Jakarta-Semarang-Ketapang-Karimata hingga perjalanan pulang dari Karimata-Belitung-Jakarta🙂

Kuliah Kerja Nyata Universitas Indonesia (K2N UI) 2013 dengan tema “Harmoni dalam Kebhinekaaan menuju Masyarakat Sejahtera dan Mandiri” dilaksanakan pada tanggal 3 Juli hingga 30 Juli 2013. Salah satu lokasi yang menjadi tujuan K2N UI 2013 adalah kepulauan Karimata. Saya melaksanakan program K2N di desa Padang, kecamatan Kepulauan Karimata, kabupaten Kayong Utara, provinsi Kalimantan Barat.

Pada tanggal 3 Juli 2013, saya mulai berangkat dari PPMT UI menuju Semarang. Pada tanggal 4 Juli 2013 saya sudah sampai di Semarang dan istirahat di penginapan pemerintah daerah setempat. Jadwal pemberangkatan kapal adalah tanggal 5 Juli 2013 pukul 23.00 WIB. Sembari menunggu kapal, peserta K2N diajak ke Lawang Sewu, Semarang hingga pukul 16.00. Pukul 16.30 kami melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Tanjung Emas. Pukul 17.30 kami sudah sampai di pelabuhan. Kami menunggu di ruang tunggu pelabuhan hingga kapal datang pukul 23.00. Penumpang lain nampak heran dengan kami. Rombongan berjaket kuning, membawa barang logistik berkardus-kardus dan pelampung oranye mencolok ditambah carier yang menjulang tinggi di balik punggung.

Pukul 22.00 kami sudah di dalam kapal. Banyak dari peserta yang tidak biasa dengan gelombang laut sehingga bersiap meminum obat anti mabok. Bosan menunggu, akhirnya kami tertidur dengan tetap menjalankan jadwal piket jaga barang. Pagi menjelang, ternyata kapal belum berangkat karena ada kesalahan teknis pada jangkar kapal yang belum bisa terangkat. Kembali perjalanan tertunda. Pada pukul 06.30 WIB kapal kami, Setya Kencana, baru berangkat. Perjalanan cukup panjang, sekitar 36 jam. Sesampainya di pelabuhan Ketapang tanggal 7 Juli 2013 pukul 20.00 WIB, kami dijemput oleh beberapa warga kepulauan Karimata. Ada yang dari desa Padang, desa Betok, desa Pelapis, serta warga kota Sukadana.

Perjalanan belum selesai. Kami diantar menemui bupati Kayong Utara, bapak Hildi Hamid, menggunakan bus mini di penginapan. Menaikkan carier dan barang-barang logistik adalah hal paling merepotkan. Perjalanan selama dua jam cukup melelahkan. Jalanan di sini beraspal. Kebanyakan rumah di Sukadana sudah bersemen/ permanen. Namun, sisi kanan dan kiri jalan masih banyak lahan kosong, rawa, dan juga pepohonan rindang. Sampai di penginapan, kami mendapat sambutan dari bupati. Selain itu, kami juga mempresentasikan program kerja kami di penginapan tersebut. Konon kabarnya, penginapan tempat kami ini akan dibangun menjadi kantor polisi resort Kayong Utara. Sementara ini Kayong Utara masih menginduk kantor polres-nya di Ketapang. Hal ini dikarenakan kabupaten Kayong Utara adalah kabupaten yang baru mengalami pemekaran. Kayong Utara mulanya adalah salah satu wilayah kecamatan di Ketapang yang kini menjadi kabupaten sendiri.

Sukadana bukan lokasi K2N kami. Esok hari, 8 Juli 2013, kami diantar menuju dermaga Sukadana oleh bus sekolah. Tujuan kami selanjutnya adalah desa Pelapis. Pukul 13.00 kapal motor Inka Mina 186 mengantar kami ke desa Pelapis. Desa ini cukup jauh, perjalanan di kapal motor sekitar 9-10 jam. Beberapa peserta mabok laut dikarenakan tingginya gelombang. Sekitar pukul 20.30 kami sampai di desa Pelapis. Malam cukup dingin. Apalagi pasangnya laut membuat kami basah karena harus mencebur ke laut setinggi pinggang untuk mencapai daratan. Di sini, sejumlah peserta K2N dipisah dari tim dan diturunkan untuk melaksanakan programnya. Perjalanan tidak dilanjutkan karena hari sudah malam sehingga kami kembali bermalam. Makan malam lengkap sambal teri dan balai desa bersih untuk menginap, telah disiapkan.

Esok hari, tanggal 9 Juli 2013. Kami melanjutkan perjalanan ke desa Betok dan desa Padang. Perjalanan ke desa Betok sekitar lima jam. Pukul 12.00 WIB kami sudah tiba di dermaga desa ini. Kembali, sejumlah peserta K2N dipisah dari tim dan diturunkan untuk menjalankan programnya. Tanpa singgah, kapal langsung melaju ke desa Padang. Perjalanan masih dua jam lagi. Sekitar pukul 14.00 kami sampai di dermaga Tanjung Ru, salah satu dusun di desa Padang. Dua puluh dua orang peserta K2N UI 2013 ditambah tiga pendamping lapangan disambut ibu kepala desa dan diberikan tempat istirahat. Makan siang yang nikmat karena lapar. Kami tidak buru-buru istirahat. Sejak datang hingga sore menjelang, anak-anak di sini mengajak para peserta bermain. Ada sebagian dari kami yang bermain bersama anak-anak, ada yang jalan-jalan melihat kondisi sekitar, dan ada juga yang berbincang dengan keluarga ibu kepala desa. Besok sudah masuk bulan Ramadhan. Setelah membersihkan diri dan makan malam, kami tarawih di masjid dusun ini.

Setelah tarawih, kami rapat besar. Pendamping lapangan (PL) memberitahukan siapa saja yang menginap dengan induk semang yang sama. Kami merapatkan beberapa hal terkait peraturan K2N dan informasi lain terkait program dan kebutuhan laporan pertanggungjawaban nanti. Kami dibagi menjadi empat tim program. Program Rumah Kreatif (RK), Rumah Inklusi Ceria (RIC), Ekonomi Kreatif (EkoKre), dan  Kesehatan Untuk Semua (KUS). Kami juga membahas apa saja aktivitas yang akan dilakukan oleh setiap tim program selama dua pekan ke depan dalam sebuah timeline kerja bersama. Saya berkesempatan tinggal rumah bapak Natsir, dusun Pantai Lestari, desa Padang, kecamatan kepulauan Karimata. 

Tanggal 23 Juli kami berpamitan kepada seluruh orang berkebutuhan khusus yang pernah kami kunjungi. Kami berpamitan juga pada sanak keluarga dari mereka dan wali dari anak dampingan kami. Tanggal 24 Juli program sudah harus selesai dan kami diajak pergi ke air gemuruh bersama warga. Suasana sangat ramai dengan canda tawa mereka. Tanggal 25 Juli kami harus meninggalkan desa Padang menuju desa Betok sebagaimana jadwal panitia K2N. Berat memang meninggalkan masyarakat, terutama anak-anak yang sangat gemar mengikuti aktivitas kami. Kepergian kami diiringi tangis sedu sedan anak-anak sekolah yang rela berjalan kiloan meter dan tidak masuk sekolah karena ingin mengantar kami di dermaga Tanjung Ru. Tetes keringat bercampur air mata dan wajah pucat anak-anak karena lelah masih tergambar dalam ingatan saya. Sangat mengharukan.

Dua jam perjalanan dari desa Padang ke desa Betok dalam kondisi puasa. Banyak yang memutuskan tidak puasa karena perjalanan. Alhmadulillah tidak termasuk saya dan 4 kawan lainnya. Di desa Betok, Kami kembali bermalam untuk menunggu kapal motor menjemput kami menuju Belitung. Ternyata tanggal 28 Juli baru ada jadwal kami ke Jakarta dari Belitung. Akhirnya, pada tanggal 27 Juli kami melakukan perjalanan ke Belitung selama kurang lebih 12 jam. Kapal pulang kami ke Jakarta, Tristar 2, mengalami kemunduran waktu keberangkatan. Karena itu, kami gunakan untuk pergi ke tempat syuting Laskar Pelangi dan membeli sedikit cinderamata untuk keluarga di rumah. Tanggal 29 Juli kapal baru siap berangkat pukul 13.00 WIB. Selama 18 jam kami di kapal berlayar ke Tanjung Priok. Pada tanggal 30 Juli 2013 sekitar pukul 07.30, kami tiba di Tanjung Priok dijemput bis kuning. Kemudian kami dibawanya ke Depok. Saya tiba di asrama PPSDMS Depok tanggal 30 Juli 2013 pukul 09.00 WIB. Tak sabar ingin berbuka di rumah, lalu saya pulang ke rumah orang tua di Purbalingga pada hari yang sama, pukul 16.00 WIB. Perjalanan yang sangat panjang. Semoga Allah memberkahi dan mengizinkan saya pergi ke pulau lain di Indonesia. Insya Allah🙂