Satu Kesulitan

poster-rumi

Hal yang paling sulit saat ini selain konsisten adalah mencintai. Nyatanya teori tentang rasa tak pernah habis dibahas dan berakhir dalam sebuah teori kokoh, tak terpatahkan. Selalu ada saja jawaban ‘tergantung’ bila itu biacara tentang perasaan. Apalagi cinta. Yang punya seribu definisi dan sejuta faktor pendukung yang mempengaruhinya. 

Aku kira inilah sebuah proses yang menuntut dan menuntun agar cinta menjadi sebuah kata kerja yang bersyarat pengorbanan. Bisa jadi yang diinginkan sebenarnya di ujung rasa cinta adalah keikhlasan sehingga pengorbanan itu terseka waktu dan tak perlu lagi dijadikan beban. 

Mencintai begitu sulit, sesulit memasukan benang dalam jarum tak berlubang. Mencari celah dan membuka diri bisa jadi satu syarat yang dibutuhkan agar mencintai lebih alamiah terjadi. Mengapa alamiah? Lagi-lagi karena ia tak bisa dipaksakan. Dalam satu kondisi, inilah dilemanya. Perasaan yang tak bisa dipaksakan tapi suatu saat kita dituntut menumbuhkanya. Inilah masalahnya.

Mengapa harus mencintainya? Apa benar pepatah Jawa witing tresno jalaran soko kulino? Ahh,. haruskah percaya?

Mungkin sebaiknya aku tak berusaha mencintainya.

poster-rumi