Sederhana yang Bermakna

Bicara hari ini tentang ‘pengaruh’ dan ‘cita-cita tinggi’. Seperti biasa, pencarian definisi dan berpikir ala filsafat yang kusuka membuat dua frasa ini sangat menarik dibiacarakan :p

Apa makna pengaruh sebenarnya? Apakah sebuah jarak -sejauh apa kau bisa menjangkau? Apakah sebuah gema -seberapa besar kau bisa menggetarkan? Apakah sebuah gelombang -sedalam apa kau bisa mengarungi?

Jika dikatakan dalam istilah lain, apakah pengaruh artinya harus menjadi orang yang ada di posisi tertinggi? atau menjadi orang di posisi terdekat? atau barangkali cukup menjadi orang yang selalu diingat meski jarak itu jauh?

Seperti halnya cita-cita tinggi. Apakah harus bercita-cita tinggi seperti presiden? Direktur? Menteri? Apa tidak bisa cita-cita tinggi disematkan dalam frasa guru TK, misalnya?

Yang saya pikir, bukanlah demikian. Ini tentang pengaruh yang menunjukkan seberapa besar manfaat kita untuk orang di sekitar kita. Seberapa kita bisa terhubung dengannya (mereka) meski jarak kita jauh, seberapa ia mengamalkan apa yang mungkin kita ajarkan/contohkan, seberapa ia terinspirasi menjadi lebih baik dalam beramal, seberapa ia teringat akan nasihat yang mungkin kita berikan, dan sebagainya.

Cita-cita tinggi juga demikian. Tidak harus menjadi orang dengan status tinggi atau mungkin borju. Tapi ia tak memberi makna sama sekali pada orang di sekitarnya. Jika menjadi guru TK bisa membuat anak didiknya menjadi orang berbudi, jika menjadi guru SD dapat menginspirasi anak didiknya menjadi orang bijak, mengapa harus menjadi presiden yang tak peduli pada rakyatnya? Tak apa sederhana, namun bisa bermakna. Daripada sebaliknya. Apalagi jika bisa luar biasa dengan makna yang lebih sempurna. Itu lebih istimewa.

Semoga dapat menjadi pengingat, terutama bagi diri saya sendiri, agar bisa lebih bermanfaat.