Duh, hati…

Akan ada sebuah masa, rinduku tertangkap menjelmakan sukma ini. Relung hatiku dapat bebas berucap syahdu nan merdu akan kata, rasa, impian yang kini kelu. Tak ubahnya seperti bocah mendendangkan ocehan, yang sering dianggap grutuan. Duh hati… bersabarlah hingga nanti. Engkau tak kan terpatri lagi. Jiwamu bebas mengatai apapun yang kau sukai. Suka apa, katakan apa, kau bisa…

Iklan

Wajar Vs Biasa

Purbalingga, 12 Juli 2011.

Dulu (mungkin) sampai sekarang, saya banyak menjumpai beberapa kawan yang selalu mengatakan “jangan mau menjadi orang biasa-biasa saja”. Senada dengan hal itu, saya pernah terobsesi menjadi orang luar biasa. Seiring waktu, ternyata saya masih bingung dan saya masih memikirkan makna kata-kata tersebut. Jika saya coba memaknai lebih dalam, batasan kata “orang biasa” saja sebenarnya belum ada. Apa maksud orang biasa? Yang bagaimana? Seperti apa? Cakupannya sampai di mana? Dan terus mempertanyakan makna kata “orang biasa”. Baca lebih lanjut

Hubunganku Kini

Hubungan kami makin membaik. Jarak jauh yang memisahkan justru membuat kami merasa saling kehilangan. Mereka begitu memanjakanku lebih dari sebelumnya. Sekarang mereka pun lebih perhatian. Jangan ditanya pengorbanan mereka yang semakin luar biasa kini. Masalah uang, waktu, tenaga, hampir-hampir semua untukku. Aku senang, lebih tepatnya bahagia. Namun sedih ketika aku lalai. Lalai dengan kebahagiaan ini. lalai hingga tertawa, hingga berkurang kuantitas ibadah, kualitas ibadah, kekhusyukan solat, dan semoga ini tidak melarutkanku semakin dalam.

cintaku padamu kini semakin menjadi, ibu-bapak… luph u..^^

Menjaga Ketauhidan

Kadang menjadi mengherankan mungkin, mengapa ada burung bisa terbang tanpa jatuh dengan waktu lama. Atau daun yang baru gugur ketika sudah tiba waktunya, padahal waktu gugurnya pun belum diketahui oleh siapapun kecuali yang Maha Mengetahui. Emm atau ada juga yang bertanya mengapa saya lahir di dunia. Lalu saya mau apa? Kemudian akan kemana? Dunia seolah memberikan segalanya, padahal tidak. Dunia seolah hanya tempat terakhir yang bisa dinikmati. Lalu mengapa ada kematian? Mengapa hanya sekali? Dan hanya beberapa tahun saja umur kita?

Apa ada juga yang bertanya mengapa ada orang hebat dan ada yang gagal? Ada kaya dan miskin? Ada pintar dan lebih tidak pintar? Ada yang aneh ada yang normal? Semua ini adalah peristiwa., fenomena, yang bukan tanpa kebetulan. Semua adalah proses dan ketika sebuah kesimpulan yang didapatkan, itu adalah takdir. Ups….! Berhenti dulu bicara takdir karena saya yakin akan ada banyak yang protes dan mempermasalahkannya. Yah, karena belum ada yang bisa menjamin bagaimana takdir itu terjadi. Rumus matematika, ilmu kimia, fisika, biologi, dan sebagainya, saya kira belum bisa merumuskan takdir. Tapi paling tidak ilmu-ilmu berusaha membuat subuah kesimpulan peristiwa lalu disebut “takdirnya”.

Ingatlah, hadirkanlah Allah sebagai satu-satunya Dzat yang Maha segalanya. Hingga hanya Ia yang patut disembah dan dijadikan sesembahan. Jagalah agar keyakinan akan keesaan Allah tetap terjaga kemurniannya dari pikiran, tubuh, sikap, dan tutur kita. Wallahua’lam bish shawab.

Keberjama’ahan

Purbalingga, 4 Juli 2011. 08.07

Yap, baru beberapa menit lalu film raja matahari doraemon selesai. Meski sudah berkali-kali menonton, belum bosan rasanya menonton lagi. Kali ini berbeda karena saya merasa ada nilai baru yang bisa saya dapatkan. Yakni tentang persahabatan. Mungkin jika dalam lingkup lebih luas, adalah mengenai keberjama’ahan. Baca lebih lanjut

Semangat P3A! :)

Purbalingga, 3 Juli 2011.

Well, pekan penyambutan penghuni asrama (P3A) sebagai rangkaian acara penyambutan keluarga baru dengan bangga dipersembahkan oleh tiga lembaga di asrama. FORKAT, SAHABAT, dan PMKA dengan antusias menyusun acara dan mempersiapkan berbagai hal terkait kegiatan ini. kepulangan yang ditunda, tenaga ekstra, pemerasan otak, sms membabi buta, riuh, haru, dan kekecewaan, belum bahagia mungkin karena acara belum dibuka. Namun sebentar lagi, akan ada kepuasan dan bahagia. Yah, sebentar lagi kawan! Ketika maba masuk, mengikuti P3A dengan sumringah, lalu mereka menjadi keluarga baru kita. 🙂 Baca lebih lanjut